Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Kegunaan Kunci Momen dan Cara Memakainya yang Penting Diketahui

Ini Kegunaan Kunci Momen dan Cara Memakainya yang Penting Diketahui
Foto: Kunci momen (suzuki.co.id)

MURIANEWS, Kudus – Perawatan terhadap kendaraan merupakan hal yang penting dilakukan secara rutin. Tujuannya, untuk mengetahui kondisi kendaraan sehingga bisa aman dan nyaman dipakai berkendara.

Saat melakukan perawatan ada beragam peralatan yang dipakai. Masing-masing peralatan ini punya fungsi berbeda dan juga cara pemakainnya tidak sama.

Salah satu peralatan yang diperlukan adalah kunci momen atau kunci torsi. Meski kecil ukurannya, namun kunci mome merupakan salah satu peralatan paling penting dalam urusan otomotif.

Baca juga: Ini Tanda-Tanda Electric Power Steering Mobil Rusak dan Perlu Diservis

Melansir dari laman Suzuki.co.id, kunci momen atau torsi merupakan kunci jenis SST yang biasa ditemukan di bengkel-bengkel kendaraan bermotor. SST (Special Service Tools) merupakan peralatan yang khusus dirancang untuk merakit komponen otomotif dan alat ini tidak dapat diganti dengan peralatan lainnya.

Pada umumnya, kunci torsi berbentuk bulat memanjang. Ujung bagian atasnya berbentuk pen yang nantinya akan ditancapkan ke kunci shock. Sedangkan di ujung bagian bawah dekat gagang pegangannya terdapat sebuah penyetel momen.

Penyetelan tersebut dapat disesuaikan dengan kekencangan yang dibutuhkan. Ukuran kekencangan pada kunci tersebut nantinya akan ditunjukkan dalam bentuk angka.

Fungsi Kunci Momen

Selain digunakan untuk mengeratkan mur dengan baut, kunci torsi biasanya juga digunakan sebagai alat pengukur kekencangan baut atau mur. Dengan menggunakan kunci torsi ini, Anda dapat mengetahui berapa nilai kekencangan yang paling tepat pada baut dan mur.

Mur atau baut sebenarnya sudah disertai dengan nilai kekencangannya masing-masing, namun tidak semua baut dan mur yang dipasangkan dengan erat itu bagus. Di beberapa keadaan, ada juga ditemukan baut dan mur yang justru mengalami kerusakan jika dipasang terlalu erat.

Dalam kondisi inilah kunci torsi sangat diperlukan. Dengan kunci torsi, mur dan baut dapat terpasang dengan baik dan sesuai, tidak terlalu kendor atau terlalu erat.

Berkat kunci tersebut, tingkat kekencangan keduanya tidak juga dapat menyebabkan baut atau mur ulir sehingga dol atau bahkan patah. Fungsi kunci momen tersebut sangat penting sekali bukan?

Jenis Kunci Momen

Kunci torsi memiliki jenis yang cukup banyak, namun jenis yang paling banyak ditemui adalah yang bermodel klik. Mau tahu apa saja jenis kunci torsi yang lainnya? Berikut akan diuraikan secara lengkap mengenai apa saja jenis kunci torsi.

1. Deflecting Beam Torque Wrench

Deflecting beam torque wrench merupakan salah satu jenis kunci torsi yang menggunakan jarum sebagai penunjuk nilai kekencangannya. Bentuk dari kunci ini seperti pedang dengan kunci soket di salah satu ujungnya dan jarum di ujung yang lainnya.

Jarum yang ada pada kunci torsi tersebut nantinya akan bergerak sesuai besaran momen mur dan baut. Alat ini memang sangat mudah digunakan, namun posisi bacanya harus dilakukan dengan seksama supaya tidak keliru.

2. Dial Indicator Torque Wrench

Jenis kunci torsi yang satu ini menggunakan dial indicator untuk menunjukkan besaran momen pengencangannya. Seiring dengan pengencangan yang dilakukan, jarum pada dial indicator akan bergerak menunjukkan skala tertentu.

Tingkat ketelitian yang dimiliki oleh dial indicator torque wrench terbilang cukup tinggi. Ketelitian yang bisa dicapai berkisar antara 0.01 sampai 0.001 mm. Kunci torsi jenis dial indicator umumnya digunakan pada industri otomotif.

3. Pneumatic Torque Wrench

Pneumatic torque wrench merupakan kunci torsi yang memanfaatkan tekanan udara dalam mengencangkan baut dan mur. Alat yang satu ini banyak digunakan oleh baut-baut yang membutuhkan pengencangan besar.

Kunci torsi pneumatik memiliki getaran yang sangat sedikit dan akurasi yang sangat baik pula. Kemampuan yang dimiliki berkisar antara 118 Nm sampai 47,600 Nm. Udara yang mengalami kompresi merupakan sumber tenaga dari kunci torsi pneumatik ini.

4. Hydraulic Torque Wrench

Hydraulic torque wrench merupakan kunci torsi yang memanfaatkan tenaga hidrolik dalam proses pengencangan bautnya. Kelebihan dari kunci momen jenis yang satu ini adalah bobotnya ringan dan ukurannya lebih kecil.

5. Click Type Torque Wrench

Kunci torsi model klik sangat mudah digunakan. Nilai kekencangan dapat disesuaikan tanpa perlu melihat jarum indikatornya. Nilai kekencangan juga hanya bisa diketahui melalui bunyi klik. Jadi, ketika pengencangan telah sampai pada skala yang diinginkan, kunci akan berbunyi `klik`.

Namun, kunci torsi ini harus diatur ukuran momennya terlebih dahulu sebelum digunakan. Click type torque wrench bisa dikatakan sebagai kunci torsi yang handal dan sangat akurat.

6. Digital Torque Wrench

Digital torque wrench terbilang sebagai kunci torsi yang canggih. Bagaimana tidak? skala baca pada kunci yang satu ini dilakukan secara digital. Dengan demikian, kesalahan dalam membaca dapat dikurangi.

Cara Menggunakan Kunci Momen

Cara kerja kunci torsi sebenarnya hampir sama dengan kunci pada umumnya. Namun, perbedaan kunci momen dengan yang lainnya ada pada indikator ukur di dekat gagang pegangannya.

Supaya Anda lebih paham lagi bagaimana cara menggunakan kunci torsi, mari simak ulasannya di bawah ini.

  • Longgarkan Mur Penyetel

Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk menggunakan kunci torsi adalah melonggarkan mur penyetelnya. Jika mur telah dilonggarkan, maka selanjutnya Anda harus menggeser skala kekencangan mur.

Geser sampai jarum terletak pada angka yang diinginkan. Nilai kekencangan mur satu dengan yang lainnya harus dibuat sama agar tidak rusak karena tegangan yang berbeda.

  • Kunci Batas Beban

Jika mur penyetel sudah berhasil dilonggarkan, maka yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah mengunci batas beban. Penguncian tersebut bisa dilakukan dengan mengencangkan mur pengunci. Dengan demikian, batas beban akan terkunci.

  • Gunakan Kunci Biasa untuk Mengencangkan Mur dan Baut

Fungsi kunci momen memang untuk mengencangkan baut dan mur. Namun, gunakan pula kunci biasa di awal pengerjaan. Jika mur dan baut sudah agak mengencang, baru Anda gunakan kunci torsi untuk lebih menguatkannya.

  • Pasang Kunci Soket

Sebelum menggunakan kunci torsi untuk mengencangkan baut dan mur, kunci soket harus dipasang terlebih dahulu. Silahkan Anda pasang kunci soket yang sebelumnya telah disesuaikan ukurannya dengan baut atau mur ke kunci torsi.

  • Masukkan Mur atau Baut ke Kunci Soket

Langkah selanjutnya adalah memasang kunci soket ke baut atau mur yang telah sesuai ukurannya. Masukkan baut atau mur tersebut ke kunci soket melalui lubang yang terdapat pada ujung kunci torsi.

Namun, terlebih dulu Anda pasang mur atau baut ke benda yang hendak dieratkan. Baru kemudian Anda bisa memasukkan baut atau mur tersebut ke kunci soketnya.

  • Putar-Putar Kunci Torsi

Langkah terakhir dari cara menggunakan kunci torsi adalah memutar-memutar kunci tersebut searah dengan jarum jam.

Putar-putar kunci torsi sampai pada nilai kekencangan yang diinginkan. Jika Anda menggunakan model klik, maka putar-putar kunci torsi sampai ada bunyi `klik`.

Sedikit catatan, jika mur atau baut yang hendak dikencangkan memiliki momen puntir yang besar, sebaiknya Anda lakukan secara bertahap. Semisal pengencangan baut yang memiliki momen sebesar 8 kg, maka harus dilakukan secara bertahap, yaitu mulai dari 4 – 6 – 8 kg.

Kunci momen memang merupakan peralatan terpenting dalam pekerjaan di industri otomotif. Masing-masing mesin pun memiliki standar kekencangan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, gunakan kunci torsi untuk mengeratkannya agar baut dan mur tidak mengalami kerusakan.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: suzuki.co.id

Ruangan komen telah ditutup.