Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Beli Jimat Pakai Uang Palsu, Kakek Asal Purworejo Diamankan Polres Banjarnegara

Kakek berinsial E asal Purworejo saat dihadirkan dalam jumpa pers. (Istimewa)

MURIANEWS, Banjarnegara – Polres Banjarnegara mengungkap kasus tindak pidana terkait peredaran uang palsu. Dalam ungkap tersebut, polisi mengamankan E (60) warga Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo.

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan, pelaku diamankan setelah melakukan pembelian jimat menggunakan uang palsu terhadap S, seorang pawang kuda lumping asal Sigaluh Banjarnegara pada 21 Agustus 2022 lalu.

Kejadian ini bermula ketika sekitar tahun 2017 korban S dikenalkan oleh temanya dengan tersangka. Selang beberapa tahun tidak ketemu kemudian pada tanggal 21 Agustus 2022 sekira pukul 18.00 WIB tersangka kembali berkunjung ke rumah S.

”Kunjungan itu dengan maksud silaturahmi, pada saat itu tersangka membawa jimat/ pusaka “Popok Wewe” dan menerangkan bahwa jimat itu belum bisa difungsikan sebagaimana mestinya,” katanya, Jumat (30/9/2022).

Saat itu, S memberitahu tersangka, bahwa untuk mengaktifkan kodam dari jimat tersebut harus dibelikan minyak goib. Karena tersangka tidak tahu cara dan harus membeli minyak ke mana, maka tersangka memberikan uang kertas senilai Rp 1 juta pada S.

”Tak hanya itu, E juga meminta S mencarikan ‘Batara Karang’ atau sejenis jimat jenglot,” ungkapnya.

Setelah uang diterima, lanjut AKBP Hendri, kemudian S dan anaknya DP pergi untuk membeli minyak. Sebelum membeli minyak S menghitung kembali jumlah uang tersebut dan didapati pada uang pecahan seratus ribu rupiah tidak ada nomor serinya.

”Karena curiga kemudian korban melapor ke Polres Banjarnegara. Setelah itu, pada tanggal 25 Agustus 2022 tersangka kembali berkunjung ke rumah S dengan membawa sebuah tas berwarna hitam dan selalu dipegang,” tuturnya.

Tidak lama kemudian anggota Polres Banjarnegra mengamankan tersangka untuk dibawa ke kantor Polres Banjarnegara untuk dimintai keterangannya  terkait  atas informasi tersebut.

”Dari pemeriksaan, di tas warna hitam terdapat banyak kertas yang menyerupai uang pecahan 100 ribu sebanyak 160 lembar, pada saat bagasi motor dibuka juga ditemukan lagi kertas yang menyerupai uang pecahan 100 ribu sebanyak 110 lembar,” bebernya.

Tersangka mengaku mendapatkan uang palsu sebanyak 281 lembar pecahan Rp 100 ribu dengan cara membeli pada seseorang yang mengaku warga Kota Magelang.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat (2) Jo Pasal 26 Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

”Dari pasal tersebut tersangka terancam pidana penjara paling lama 10 tahun,” tandasnya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.