Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Realisasi Pajak Minerba di Pati Rendah

Realisasi Pajak Minerba di Pati Rendah

Tambang galian C salah satu sektor pajak mineral bukan logam dan batuan (Minerba). (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Realisasi pajak mineral bukan logam dan batuan (Minerba) di Kabupaten Pati tahun ini menjadi sumbangan pendapatan paling rendah.

Menurut data Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati, hingga Agustus 2022, realisasi pajak ini baru menyumbang Rp 120 juta.

Kabid Pendapatan BPKAD Pati Zabidi mengatakan, jumlah realisasi itu belum menyentuh setengah dari target yang ditentukan. Target pajak itu di angka Rp 250 juta pada 2022.

”Pajak Minerba baru mencapai 40.99 persen. Targetnya Rp 250 juta. Baru terealisasi Rp 102 juta. Karena perizinannya di tingkat provinisi, dan ada beberapa pengusaha yang izinnya habis,” ungkapnya, Jumat (30/9/2022).

Baca: 3 Ton Beras Dibagikan ke Abang Becak hingga PKL di Pati

Padahal banyak pertambangan yang beroperasi di Kabupaten Pati saat ini. Sayangnya, tambang galian C itu beberapa tak berizin sehingga tidak memberikan pemasukan pada APBD Kabupaten Pati.

Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, pertambangan di Kabupaten Pati, baik milik perusahaan maupun perorangan baru 14 yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP).

Namun, dari jumlah itu, tiga di antaranya belum membarui perizinan.

”Minerba ini meliputi tambang galian C. Ada 11 wajib pajak (WP) galian C dan tiga Pertambangan yang habis izinnya,” kata dia.

Terpisah, Kepala ESDM Kendeng Muria Pati Irwan Edhie Kuncoro menambahkan, pihaknya tidak mendapat sepeser pun dari pajak itu. Semua hasil pajak ini dimiliki pemerintah daerah.

”Kami mempunyai wewenang mengeluarkan berbagai izin tambang galian C. Tetapi tidak kebagian pajaknya. Provinsi nol persen. Semuanya masuk ke kabupaten. Jadi isu yang beredar kami juga mendapat bagian pajak galian C, itu salah,” kata dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.