Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Riau

Wanita Muda Korban Penganiayaan Oknum Polwan Diperiksa Propam Polda Riau

Wanita korban dugaan penganiayaan oknum polwan di Pekanbaru. (Rahmadi Dwi/Riauonline)

MURIANEWS, Pekanbaru – Korban penganiayaan oknum polwan di Pekanbaru diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Riau. Korban yang diketahui bernama Riri Aprilia Kartin itu diperiksa hampir 3,5 jam sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.

Kuasa hukum Riri, Andika membenarkan pemeriksaan tersebut. Ia pun menjelaskan, kliennya diperiksa sebagai saksi atas penganiayaan yang diduga dilakukan oknum Polwan berpangkat Brigadir berinisial IR.

Baca: Viral Polwan di Pekanbaru Aniaya Wanita Muda Gegara Asmara

”Pemanggilannya Rabu (28/9/2022) kemarin. Kami pun kooperatif dan datang mendampingi korban sebagai kuasa hukum,” kata Andika seperti dikutip Liputan 6, Kamis (29/9/2022).

Meski begitu, Andika enggan menjelaskan materi pemeriksaan. Mewakili Riri, ia hanya mengucapkan terima kasih ke Propam Polda Riau yang bergerak cepat menangani kasus ini.

”Propam bergerak cepat, tepat, dan tegas mengambil keputusan,” kata Andika.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto membenarkan pemeriksaan korban oleh Paminal Propam Polda Riau untuk melengkapi berkas Polwan penganiaya wanita tersebut.

Sebelumnya, Polwan yang bertugas di BNN Riau ditahan dan ditempatkan ke tempat khusus oleh Polda. Penahanan ini untuk mempermudah penyidikan tindak pidana penganiayaan dan dugaan pelanggaran kode etik kepolisian.

Baca: Jadi Tersangka, Polwan Penganiaya Wanita di Pekanbaru Ditahan di Sel Khusus

Beberapa hari sebelumnya, Paminal Polda Riau juga meminta keterangan 5 anggota Polda Riau lainnya yang bertugas di BNN. Mereka sebelumnya disebut membawa korban ke BNN Riau.

Sebelumnya, seorang Polwan berpangkat Bripka dengan inisial IR viral karena diduga melakukan penganiayaan kepada seorang wanita. Penganiayaan tersebut diduga terkait hubungan asmara adik pelaku dengan korban.

Korban yang diketahui bernama Riri Aprilia Kartin membuat pengakuan di media sosial. Melalui akun instagramnya, korban memperlihatkan bekas penganiayaan berupa luka lebam di sejumlah tubuhnya.

”Bagian kepala aku sampai sekarang sakit banget. Leher aku nggak bisa lihat kiri kanan,” tulis korban di akun pribadinya.

Riri menceritakan, penganiayaan itu terjadi pada 21 September 2022 malam. Lokasinya di kontrakan korban di Jalan Tiung, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru.

Kuat dugaan penganiayaan ini berawal dari hubungan tak direstui antara korban dengan R. Keduanya sudah tiga tahun pacaran, sering putus nyambung, dan selalu mendapat rintangan dari keluarga Polwan.

Tidak diketahui kenapa hubungan ini tak direstui. Padahal keduanya sama-sama masih sendiri, meskipun korban sebelumnya pernah menikah tapi akhirnya cerai.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Liputan 6

Ruangan komen telah ditutup.