Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

DPR Minta Pemerintah Tunda Pengadaan Mobil Listrik untuk Kedinasan

DPR Minta Pemerintah Tunda Pengadaan Mobil Listrik untuk Kedinasan
Jokowi saat meluncurkan mobil listrik dalam negeri pertama (tangkapan layar)

MURIANEWS, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI asal Fraksi PKS, Mulyanto meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menunda pengadaan mobil listrik untuk kedinasan, baik dari pusat maupun daerah.

Sebab, kondisi keuangan negara saat ini belum benar-benar membaik, sehingga penggunannya juga harus hati-hati. Terlebih, pengadaan mobil listrik itu juga membutuhkan banyak anggaran.

Dia menghawatirkan, kondisi keuangan yang mulai tumbuh ini, justru akan kembali terpuruk ketika pengadaan mobil listrik untuk kedinasan itu dilakukan.

”Secara umum percepatan penggunaan kendaraan listrik ini dampaknya bersifat positif. Namun, di tengah keterbatasan ruang fiskal kita, saya lebih cenderung kita menunda pengeluaran APBN untuk sektor ini,” kata Mulyanto, dikutip dari Liputan6.com, Kamis (29/9/2022).

Baca: Bos Jalan Tol, Jusuf Hamka Borong Mobil Listrik Wuling Air ev

Mulyanto menegaskan dalam kondisi ekonomi seperti sekarang sebaiknya Pemerintah memprioritaskan APBN untuk kebutuhan yang lebih penting dan mendesak bagi masyarakat. Dia menyarankan anggaran untuk pengadaan kendaraan listrik itu dialihkan untuk subsidi energi, subsidi pangan, reduksi inflasi, dan lain-lain.

”Apalagi kalau kendaraan listrik tersebut diadakan secara impor atau dengan tingkat kandungan dalam negeri yang rendah tentu akan semakin membebani keuangan negara,” ujarnya.

Baca: Mengintip Keunggulan Wuling Air ev, Mobil Listrik yang Dibanderol Rp 238 Jutaan 

Di tengah kondisi APBN yang sulit sekarang ini, lanjut Mulyanto, Pemerintah perlu melakukan penghematan anggaran untuk belanja aparat dan fokus pada belanja masyarakat. Bukan malah sebaliknya, memanjakan aparat dengan mobil listrik yang dibiayai APBN.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Liputan6.com

Ruangan komen telah ditutup.