Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jateng

Kepala BPBD Jateng: Dunia Usaha Punya Peran Penting dalam Penanganan Bencana

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggunan. (Murianews/tangkapan layar)

MURIANEWS, Semarang – Perusahaan disebut memiliki peran penting dalam membantu menanganani kebencanaan yang terjadi. Terlebih, bukan hanya saat terjadinya bencana saja, namun juga mitigasi bencana juga sangat diperlukan.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggunan. Ia pun berharap dunia usaha bisa selalu berperan membantu penanganan bencana. Terlebih, memang perlunya sinergitas tinggi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat/relawan dalam menangani kebencanaan.

”Karya (support) dunia usaha sangat diperlukan. Bisa juga dengan penguatan kapasitas masyarakat yang menjadikan mereka menjadi lebih paham dan mengetahui apa yang harus dilakukan dalam upaya mitigasi dan  ketika bencana terjadai,” katanya dalam zoom metting Peran Dunia Usaha Jawa Tengah Membangun Ketangguhan Komunitas yang digelar melalui zoom metting, Rabu, (28/9/2022) malam.

Baca: Tangani Pandemi, PT Sukun Wartono Indonesia Utamakan Misi Kemanusiaan

Pihaknya juga sempat merasakan langsung peran dunia usaha yakni PT Sukun Wartono Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Kala itu, Bergas sapaan akrabnya menjadi koordinator Rusunawa yang digunakan sebagai tempat isolasi terpusat.

”Saya merasakan sendiri peran PT Sukun Wartono Indonesia kala itu, sangat luar biasa,” ujarnya.

Memang, sambung dia, dunia usaha memerlukan konsep yang jelas apa yang ingin mereka perbantukan dalam penanganan bencana. Sehingga, akan bisa lebih tepat sasaran.

Tentunya harus ada feedback yang positif bagi dunia usaha yang telah memberikan bantuan tersebut. Sehingga, dunia usaha tentunya akan terus membantu penanganan bencana ketika memang dibutuhkan.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.