Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jalan-Jalan ke Makassar Jangan Lewatkan Mencicipi Kuliner Khas Ini

Jalan-Jalan ke Makassar Jangan Lewatkan Mencicipi Kuliner Khas Makassar Ini
Foto: Coto Makassar (resepistimewa.com)

MURIANEWS, Makassar – Selain destinasi wisata, Indonesia dikenal memiliki banyak kuliner khas. Hampir di setiap daerah memiliki menu kuliner khas dengan cita rasa dan keunikan tersendiri. Termasuk di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain menjelajah wisatanya yang menawan, mencicipi kuliner adalah hal wajib dilakukan saat berkunjung ke Makassar. Ada banyak kuliner khas dari daerah ini yang pastinya bisa bikin ketagihan dan ingin mencobanya lagi di lain kesempatan.

Nah, berikut ini kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Makassar, dikutip dari Indonesia.travel, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Dolan ke Bandung, Jangan Lupa Mencicipi Kuliner Khas Kaki Lima yang Legendaris Ini

Coto Makassar

Santapan pertama yang cocok untuk mengawali wisata kuliner di Makassar adalah coto Makassar. Hidangan ini terbuat dari daging serta jeroan sapi seperti paru, babat, hati, usus, dan jantung yang diolah dengan rempah-rempah Nusantara serta kacang tanah giling. Uniknya, proses pembuatan coto Makassar masih sangat tradisional, lho!

Bahan-bahan serta rempah-rempah yang sudah disiapkan dimasak menggunakan kuali tanah bernama korong butta. Hal ini lah yang membuat rasa dari kuliner ini semakin kaya dan autentik. Nah, biasanya warga lokal Makassar menyantap coto Makassar dengan ketupat atau buras, lengkap dengan tambahan sambal berbahan dasar tauco yang segar.

Sop Konro

Foto: Sop Konro Makassar (wikipedia.org)

Makassar terkenal dengan olahan aneka daging sapi yang menggugah selera. Selain coto Makassar, ada pula sup konro yang terbuat dari iga sapi. Para pencinta iga sapi dijamin akan puas menikmati perpaduan empuknya daging iga dengan kuah gurih nan pedas yang menambah nafsu makan.

Ciri khas sup konro adalah kuah yang berwarna gelap, karena terdapat tambahan keluak sebagai salah satu rempah utamanya. Biar semakin nikmat, jangan lupa menyantap sup konro bersama nasi hangat atau lauk pendamping seperti perkedel, bakwan, sate usus, dan jeroan sapi ya!

Jalangkote


Foto: Jalangkote Makassar (wikipedia.org)

Beralih ke makanan ringan, Makassar punya kudapan gurih bernama jalangkote. Kalau dilihat sekilas, jalangkote memang mirip dengan pastel. Isiannya juga hampir sama, yaitu potongan sayuran seperti soun, kentang, wortel, dan touge.

Tapi perbedaannya terletak pada kulit jalangkote yang lebih tipis daripada pastel, sehingga tekstur jalangkote pun lebih gurih dan renyah. Jalangkote paling cocok disantap bersama saus sambal khusus yang terbuat dari cuka, bawang putih, dan juga cabai yang sudah dihaluskan.

Pisang Epe

Foto: Pisang Epe Makassar (wikipedia.org)

Mau camilan manis? Tenang, Makassar punya pisang epe yang sudah populer di kalangan wisatawan. Jenis pisang yang digunakan pada pisang epe ini adalah pisang kepok atau pisang raja.

Pisang epe memiliki cita rasa ikonik berkat pengolahannya yang masih tradisional dengan cara dipanggang di atas bara api hingga setengah matang, lalu dipipihkan dan dibakar lagi hingga matang sempurna. Ada dua cara menikmati pisang epe khas Makassar, yaitu dengan saus gula merah beraroma durian dan nangka atau dengan pilihan topping coklat, keju, kelapa parut, dan kacang panggang.

Pisang Ijo dan Palu Butung

Foto: Es Pisang Ijo Makassar (cookpad.com)

Sebelum membelinya, pastikan Anda nggak terkecoh sama dua kudapan pisang khas Makassar ini. Meskipun sama-sama dihidangkan dengan bubur sum-sum dan sirup pandan, es pisang ijo dan palu butung merupakan dua hidangan yang berbeda, lho.

Pisang dalam es pisang ijo dibungkus dengan adonan kue berwarna hijau yang terbuat dari tepung beras atau tepung terigu, sedangkan pisang dalam palu butung disajikan langsung tanpa adonan kue pembungkus.

Es pisang ijo juga biasanya selalu disantap dalam keadaan dingin dengan es, berbeda dengan palu butung yang selain bisa disajikan bersama es juga biasanya dijadikan santapan hangat bagi masyarakat lokal sebagai takjil berbuka puasa saat bulan Ramadan.

Satu lagi yang membedakan kedua hidangan ini, yaitu topping yang digunakan es pisang ijo biasanya berupa kacang tanah giling, potongan roti tawar, susu kental manis, parutan keju, atau meses, sedangkan palu butung umumnya hanya menggunakan pacar cina (sagu mutiara). Namun soal urusan rasa, keduanya sama-sama enak dan wajib dicoba!

Foto: Pallu butung Makassar (detik.com)

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: indonesia.travel

Ruangan komen telah ditutup.