Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Lari Usai Bacok Tetangga Gegara Tidur Terganggu, Warga Sukoharjo Diburu Polisi

Ilustrasi pembacokan

MURIANEWS, Sukoharjo – Aksi pembacokan terjadi di Klaten. Seorang warga berinisial W alias Kembo (30) warga Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo tega menganiaya dan membacok tetangganya berinisial berinisial ZPP (21) gegara terganggu saat tidur.

Kasus tersebut diketahui terjadi Minggu (29/9/2022) sore. Saat hendak ditangkap pelaku sudah kabur dan kini tengah dalam pengejaran Polres Klaten.

Kapolsek Gatak AKP Tugiyo mengatakan pembacokan tersebut bermula saat korban membongkar muatan pasir. Selesai membongkar muatan, korban berniat mengambil motor yang diparkir didekat gazebo tempat pelaku tidur

Namun setibanya korban di TKP, ternyata sepeda motornya dibawa temannya. Korban kemudian menelepon temannya untuk diminta menjemput di gazebo tersebut.

”Saat itu pelaku tengah tidur dan terbangun lalu langsung memukul korban menggunakan tangan kanan. Kemudian pelaku mengambil senjata tajam diduga pedang yang tadinya ditaruh di atas bambu di sudut gazebo tersebut,” katanya seperti dikutip detikJateng, Rabu (28/9/2022).

Pedang tersebut lalu diayunkan ke arah tubuh korban, hingga mengenai pada bagian punggung korban. Korban pun menangkis ayunan pedang itu dan mengenai tangan hingga jari korban luka.

”Intinya pelaku merasa tidurnya terganggu,” ujarnya.

Usai melukai korban, pelaku kembali melanjutkan tidurnya. Sedangkan korban diantar pulang oleh warga yang saat itu berada di sekitar lokasi kejadian.

Sesampainya di rumah, korban diantar ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu untuk mendapatkan penanganan medis. Atas kejadian itu, hingga kini korban belum bisa beraktivitas seperti semula.

”Korban mengalami luka robek di jari telunjuk tangan kiri dan luka gores di punggung sebanyak dua goresan, luka memar di pipi sebelah kanan, dada terasa nyeri,” ucapnya.

Polisi mengamankan barang bukti berupa kaus oblong warna hitam yang digunakan korban. Sementara senjata tajam yang digunakan pelaku masih dicari.

Tugiyo menyebut pelaku sebelumnya juga pernah melakukan tindakan penganiayaan. Namun saat itu diselesaikan secara kekeluargaan dan pelaku berjanji tidak akan melakukan hal yang sama.

”Kami telah melakukan penyelidikan, tapi saat kita datangi ke rumahnya, pelaku tidak ada. Informasi dari warga saat ini melarikan diri,” pungkasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: detikJateng

Ruangan komen telah ditutup.