Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jateng

Terbukti Korupsi, Pasutri Anggota Polres Blora Divonis 6 Tahun Penjara

Sidang putusan dua anggota Polres Blora di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (27/9/2022). (Antara/I.C. Senjaya)

MURIANEWS, Semarang – Pasangan suami istri anggota Polres Blora, Jawa Tengah (Jateng) Bripka Etana Fani Jantika dan Briptu Eka Maryani divonis enam tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa (27/9/2022).

Vonis tersebut diberikan lantaran keduanya terbukti melakukan korupsi dana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 3,049 miliar. Selain itu, hakim juga menjatuhkan hukuman denda Rp 300 juta atau subsidier penjara tiga bulan.

”Menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 20221 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Hakim Ketua Rochmad.

Adapun kepada terdakwa Bripka Etana Fani Jatnika, hakim menjatuhkan hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 1,4 miliar dan jika tidak dibayarkan setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap akan diganti dengan kurungan selama satu tahun.

Hakim menyatakan perbuatan pasutri Polres Blora itu juga tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

”Terdakwa sebagai aparat penegak hukum tidak menjadi contoh yang baik dalam upaya pemberantasan korupsi,” ungkapnya.

Atas putusan tersebut, baik jaksa maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Sekadar informasi, tindak pidana korupsi yang dilakukan pasutri Polres Blora itu dilakukan dalam kurun waktu Agustus hingga Desember 2021.

Perbuatan keduanya terungkat setelah ditemukan adanya selisih antara dana yang tersimpan dalam rekening penampungan Polres Blora dengan laporan yang disampaikan terdakwa Briptu Eka Maryani selaku bendahara penerimaan di Polres Blora.

Selisih dana PNBP yang seharusnya disetorkan ke kas negara itu justru digunakan terdakwa Bripka Etana untuk mengisi rekening aplikasi Paypall miliknya.

Dari dana yang tersimpan dalam rekening Paypall itu, terdakwa memperoleh keuntungan Rp 125 juta yang digunakan untuk pelunasan pembelian mobil.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.