Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Info Jatim

Santri Gontor Tewas Dianiaya, Hotman Paris: Harusnya Dokter Juga Jadi Tersangka

Santri Gontor Tewas Dianiaya, Hotman Paris: Harusnya Dokter Juga Jadi Tersangka
Hotman Paris Hutapea (dok. Instagram)

MURIANEWS, Ponorogo – Pengacara Kondang Hotman paris Hutapea masih menyayangkan penetapan dua tersangka kasus penganiayaan santri di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur (Jatim).

Sebab, dua tersangka ini adalah pelaku penganiayaan. Sementara dokter yang memberikan surat kematian kepada pihak keluarga korban, tidak diproses oleh polisi.

Menurutnya, dokter yang memberikan surat keterangan kematian kepada pihak keluarga korban itu, bisa ditetapkan sebagai tersangka.

”Sebenarnya sih, dokter yang membuat surat keterangan itu bisa diproses, cuma keluarganya untuk sementara belum berpikir ke arah sana,” ujarnya, Selasa (27/9/2022).

Baca: 2 Tersangka Kasus Penganiayaan Santri Gontor Terancam 15 Tahun Penjara

Hotman Paris mengatakan, pada saat mayat korban diantar ke rumah, ada surat keterangan dari dokter. Pihaknya juga mempunyai kopian dari surat tersebut.

Dia menyebut, dalam surat itu dijelaskan bahwa penyebab kematian korban adalah karena sakit, bukan karena dianiaya.

”Karena, waktu mayat diantar ke ibunya ada surat keterangan dokter dan saya ada copy (Salinannya) menyatakan bahwa dia meninggal karena sakit, tapi waktu dibuka kain kafannya penuh darah semua,” terang Hotman Paris.

Dia juga mengaku prihatin dengan santri yang meninggal tersebut. Kendati demikian, dia menyatakan bila proses hukum harus tetap berlanjut.

Baca: 2 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Santri Gontor

Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan keluarga korban soal surat kematian.

”Belum ada laporan keluarga soal surat kematian hingga saat ini,” tutur Catur, dikutip dari detikjatim.com, Selasa (27/9/2022).

Catur menerangkan pihak keluarga korban melaporkan soal surat kematian yang ditandatangani oleh dokter MH bisa saja diproses secara hukum.

”Kalau dilaporkan, baru kita bisa jalan,” ungkapnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detikjatim.com

Ruangan komen telah ditutup.