Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Riau

Viral Polwan di Pekanbaru Aniaya Wanita Muda Gegara Asmara

Ilustrasi Remaja Medan Diperkosa Pacar Ibunya

Ilustrasi garis polisi. (Detik.com)

MURIANEWS, Pekanbaru – Seorang polisi wanita atau Polwan di Pekanbaru Riau berpangkat Bripka dengan inisial IR viral karena diduga melakukan penganiayaan kepada seorang wanita. Penganiayaan tersebut diduga terkait hubungan asmara adik pelaku dengan korban.

Korban yang diketahui bernama Riri Aprilia Kartin membuat pengakuan di media sosial. Melalui akun instagramnya, korban memperlihatkan bekas penganiayaan berupa luka lebam di sejumlah tubuhnya.

”Bagian kepala aku sampai sekarang sakit banget. Leher aku nggak bisa lihat kiri kanan,” tulis korban di akun pribadinya.

Baca: Jadi Tersangka, Polwan Penganiaya Wanita di Pekanbaru Ditahan di Sel Khusus

Melansir Goriau.com, Riri menceritakan, penganiayaan itu terjadi pada 21 September 2022 malam. Lokasinya di kontrakan korban di Jalan Tiung, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru.

Kuat dugaan penganiayaan ini berawal dari hubungan tak direstui antara korban dengan R. Keduanya sudah tiga tahun pacaran, sering putus nyambung, dan selalu mendapat rintangan dari keluarga Polwan.

Tidak diketahui kenapa hubungan ini tak direstui. Padahal keduanya sama-sama masih sendiri, meskipun korban sebelumnya pernah menikah tapi akhirnya cerai.

”Kami sudah tiga tahun pacaran. Putus nyambung juga karena memang tak direstui keluarga pacar saya,” katanya.

Saat kejadian, adik sang Polwan berinisial R ada di kontrakannya. Polwan dan ibunya masuk secara paksa ke kontrakan korban dan menganiaya korban hingga ke kamar.

”Malam itu saya dirumah kontraan dengan pacar. Tiba-tiba ibu dan kakaknya yang berinisial IR datang lantaran mengetahui kami masih berkomunikasi,” ungkapnya.

Baca: Dibentak Polwan, Ketua RW Meninggal Kena Serangan Jantung saat Lerai Penganiayaan di Pekanbaru

Begitu datang, Brigadir IR bersama sang ibu langsung triak-triak. Hal itu membuat warga setempat sempat terganggu. Bahkan, Ketua RW juga sempat datang untuk melerai namun tak dihiraukan dan sempat bersitegang.

”Karena itu, pacar saya membukakan pintu. Keduanya langsung mencari saya ke kamar dan melakukan penganiayaan,” ungkapnya.

Riri mengaku ia sempat dijambak, dipukul, dicubit disertai makian dari keduanya. Ia juga sempat dibawa ke BNN Riau tempat Brigadir IR bertugas hingga akhirnya dilepaskan.

Tak terima dengan tindakan pelaku, Riri pun membuat laporan ke Polda Riau. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani Polda Riau.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Goriau.com

Ruangan komen telah ditutup.