Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Banten

Disebut BPS Provinsi Paling Tak Bahagia, Begini Kata Pj Gubernur Banten

PJ Gubernur Banten Al Muktabar. (Pemprov Banten)

MURIANEWS, Banten – PJ Gubernur Banten Al Muktabar angkat bicara terkait data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menempatkan Provinsi Banten sebagai provinsi paling tak bahagia se-Indonesia.

Pihaknya pun mengatakan Indeks Kebahagiaan Indonesia itu merupakan data tahun lalu. Meski begitu, ia mempertanyakan metodologi yang digunakan BPS.

”Itu data 2021. Lalu saya sedang mempertanyakan metodologinya, yang ditanya sebagai responden tidak bahagia siapa?” kata Muktabar seperti dikutip detikJabar, Jumat (23/9/2023).

Selain itu, dia mempertanyakan apakah BPS juga melakukan survei kepada warga-warga Banten yang pada dasarnya bahagia.

”Itu kan sistem survei, ditanyakan kepada yang bahagia, maka akan bahagia,” ujarnya.

Baca: BPS Ungkap Banten Jadi Provinsi Paling Tak Bahagia di Indonesia

Menurutnya, konsep dasar bahagia adanya di dalam hati. Jika seseorang di hatinya bahagia, katanya, ia bahagia dalam menjalankan hidup.

Menurutnya, selama ini warga Banten sudah bahagia, khususnya selama ia menjabat penjabat gubernur.

”Saya pikir harus bahagia, kalau hati kita menetapkan kita bahagia, kita bahagia,” jelasnya.

Sebelumnya, BPS merilis Indeks Kebahagiaan Indonesia. Dalam rilis tersebut terungkap jika Banten menjadi provinsi paling tak bahagia di Indonesia.

Hal itu diketahui berdasarkan Indeks Kebahagiaan Indonesia tahun 2021 kemarin. Data tersebut merupakan data paling anyar terkai indeks kebahagiaan Indonesia yang dikeluarkan BPS.

Dalam siaran pers di laman resminya, BPS menegaskan kajian tentang tingkat kebahagiaan telah dilakukan beberapa kali. Karenanya metode penghitungan Indeks Kebahagiaan tahun 2017-2021 berbeda dengan metode tahun 2014.

Indeks kebahagiaan di tahun 2017-2021 itu diukur menggunakan tiga dimensi, yakni Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia).

Sementara Metode sebelumnya (2014), Indeks Kebahagiaan hanya diukur menggunakan satu dimensi yaitu Kepuasan Hidup (Life Satisfaction).

 

Penulis: Supriyadi
Editor: supriyadi
Sumber: detikJabar

Ruangan komen telah ditutup.