Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Polres Sragen Bongkar 49 Kasus Narkoba, 58 Tersangka Diamankan

Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Rini Pangestuti (tengah) merngungkapkan hasil ungkap kasus Januari-September 2022 di Mapolres Sragen, Jumat (23/9/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

MURIANEWS, Sragen — Polres Sragen berhasil membongkar 49 kasus peredaran narkoba selama kurun waktu sembilan bulan mulai Januari hingga September 2022. Dalam kasus tersebut, Polres Sragen turut mengamankan 58 tersangka.

Kasatresnarkoba AKP Rini Pangestuti mengungkapkan selama Agustus ada tiga kasus narkoba dengan empat tersangka yang diungkap. Dua di antaranya kasus sabu-sabu dan satu kasus obat berbahaya.

Berdasarkan hasil rekap kasus Januari-Agustus, Rini menyebut ada 40 kasus narkoba dengan 49 tersangka.

”Mereka rata-rata pemain baru. Dari pengakuan pelaku, mereka menjual kembali baik sabu-sabu maupun obaya kepada anggota komunitasnya. Mereka mendapat barang secara online atau dari jaringan teman-temannya,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Selama Agustus tersebut, lanjutnya, pihaknya juga menyita 16 paket sabu-sabu yang nilainya mencapai Rp 4,5 juta. Sabu tersebut diketahui dijual tersangka Rp 950 ribu – Rp 1 juta. Sementara paket 0,25 gram Rp 300 ribu.

Rini menerangkan karena sabu-sabu harganya mahal sehingga sebagian beralih ke obaya yang harganya murah tetapi memiliki efek ngefly juga.

”Sebenarnya mereka ingin berhenti tetapi tubuh mereka terkadang ketagihan. Obaya ini kemudian merambah ke kota-kota kecil, termasuk di Sragen,” jelasnya.

KBO Satresnarkoba, Iptu Edi Purwanto, mengatakan empat kasus narkoba yang diungkap selama September tersangkanya terdiri atas KD dengan barang bukti 16 paket sabu-sabu seberat 5,45 gram.

Tersangka lain yakni MI dengan barang bukti 0,21 gram, DP dengan barang bukti 0,54 gram dan W alias M dengan barang bukti 0,40 gram.

”Lima kasus lainnya merupakan kasus obaya yang terdiri atas tersangka S alias B, EO, W, J, dan AM. Mereka membeli obaya untuk dijual kembali. Maka mereka dikenakan Pasal 196 dan 197 UU Kesehatan. Kemudian bagi tersangka dengan 16 paket sabu dikenakan dua pasal, yakni Pasal 114 dan Pasal 112 UU No. 35/2009 tentang Narkotika,” jelasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.