Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Banten

BPS Ungkap Banten Jadi Provinsi Paling Tak Bahagia di Indonesia

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Banten – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Kebahagiaan Indonesia. Dalam rilis tersebut terungkap jika Banten menjadi provinsi paling tak bahagia di Indonesia.

Hal itu diketahui berdasarkan Indeks Kebahagiaan Indonesia tahun 2021 kemarin. Data tersebut merupakan data paling anyar terkai indeks kebahagiaan Indonesia yang dikeluarkan BPS.

Dalam siaran pers di laman resminya, BPS menegaskan kajian tentang tingkat kebahagiaan telah dilakukan beberapa kali. Karenanya metode penghitungan Indeks Kebahagiaan tahun 2017-2021 berbeda dengan metode tahun 2014.

Indeks kebahagiaan di tahun 2017-2021 itu diukur menggunakan tiga dimensi, yakni Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia).

Sementara Metode sebelumnya (2014), Indeks Kebahagiaan hanya diukur menggunakan satu dimensi yaitu Kepuasan Hidup (Life Satisfaction).

Melansir detikJabar, ternyata provinsi yang memiliki indeks bahagia paling rendah di Indonesia adalah Banten dengan 68,08.

Adapun selanjutnya disusul oleh Bengkulu dengan total skor 69,74 dan kemudian Papua dengan skor 69,87. Selain itu DKI Jakarta sendiri masuk dalam 10 provinsi yang menempati indeks kebahagiaan terendah menurut survei BPS 2021 dengan skor 70,68.

Di sisi lain, provinsi dengan Indeks Kebahagiaan 2021 paling tinggi adalah provinsi Maluku Utara dengan perolehan skor 76,34. Selanjutnya disusul tipis oleh Kalimantan Utara (76,33) dan Maluku (76,28).

Berikut Daftar Provinsi dengan Indeks Bahagia Paling Rendah di Indonesia

1. Banten : 68,08

2. Bengkulu : 69,74

3. Papua : 69,87

4. Nusa Tenggara Barat : 69,98

5. Jawa Barat : 70,23

6. Nusa Tenggara Timur : 70,31

7. Sumatera Utara : 70,57

8. DKI Jakarta : 70,68

9. Aceh : 71,24

10. Sumatera Barat : 71,34

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: detikJabar

Ruangan komen telah ditutup.