Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sate Kerbau dan Parijoto Resmi Jadi Kekayaan Intelektual Milik Kudus

Penyerahan sertifikat kekayaan intelektual kepada Bupati Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kuliner sate kerbau, tanaman parijoto, resmi menjadi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) milik Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penetapan Hak Kekyaan Intelektual itu dikeluarkan oleh Kementeria Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Selain itu, rumah adat joglo pencu juga menjadi KIK milik Kota Kretek ini.

Parijoto dicatatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sebagai inventarisasi kekayaan intelektual komunal sumber daya genetik Kemenkumham.

Kemudiam sate kerbau dicatatkan Pemerintah Kabupaten Kudus sebagai inventarisasi kekayaan intelektual komunal pengetahuan tradisional.

Serta Joglo Pencu, dicatatkan Pemkab Kudus sebagai inventarisasi kekayaan intelektual komunal ekspresi budaya tradisional.

Ketiga sertifikat hak kekayaan intelektual itu diberikan kepada Bupati Kudus HM Hartopo usai apel HUT ke-473 Kabupaten Kudus di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (23/9/2022).

”Ini adalah bentuk kesigapan masyarakat kita, utamanya para pelaku usaha yang sangat memperhartikan potensi daerah ini agar bisa menjadi keistimewaan Kudus,” kata Hartopo.

Baca: Sate Kerbau Kudus Jadi Kudapan Lezat di Finish Sukun Tour de Muria

Dia pun mengaku bangga karena sate kerbau, parijoto, dan joglo pencu sudah diakui pemerintah pusat jika itu adalah keistimewaan Kabupaten Kudus.

”Ini harus diperhatikan sekali, jangan sampai potensi-potensi kita ini diambil oleh kabupaten atau kota lain,” sambungnya.

Dari pemerintah daerah, kata Hartopo, akan terus mendukung pemberdayaan dan pengembangan keistimewaan-keistimewaan Kudus.

Pengurusan keisitimewaan ini agar menjadi hak paten pun akan dilakukan untuk semakin menunjukkan eksistensi Kudus di kancah nasional dan internasional. ”Dari pemerintah daerah terus mendukung hal ini,” ungkapnya.

Penyerahan KIK tiga keistimewaan tersebut pun menjadi kado bagi Kabupaten Kudus yang tengah berulangtahun pada 23 September ini. Selain itu, di momen HUT ini Pemerintah Kabupaten Kudus, menargetkan pertumbuhan ekonomi di sisa bulan tahun 2022.

Kabupaten Kudus, lanjut dia, diyakini tidak akan kesulitan dengan target tersebut. Mengingat ada banyaknya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kudus.

Baca: Parijoto Ditetapkan Sebagai Varietas Lokal Jepara, Uji Genetik Jadi Jurus Pamungkas Kudus

Dari segi sumber daya, baik manusia maupun alam, di Kabupaten Kudus juga akan menopang ekonomi yang baik.

”Ekonomi kerakyatan pun akan dimaksimalkan, kegiatan-kegiatan seperti pasar rakyat dan Pekan UMKM beberapa waktu lalu adalah momentum kebangkitan ini, serta upaya-upaya pengoptimalan pajak daerah,” tandas Hartopo.

Sebagai informasi, khusus untuk komoditas parijoto sebenarnya sudah ditetapkan sebagai varietas tanaman lokal Kabupaten Jepara oleh Kementerian Pertanian.

Sementara Kabupaten Kudus, mendaftarkan parijoto sebagai inventarisasi kekayaan intelektual komunal sumber daya genetik dan telah diakui oleh Kemenkumham.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.