Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Polisi Dalami Keracunan Massal Siswa MI di Magelang, 3 Pedagang Diperiksa

Ilustrasi Infus. (Freepik)

MURIANEWS, Magelang – Polisi mendalami kasus puluhan siswa MI Marif, Dusun Nepak, Desa Bulurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang yang diduga keracunan jajanan sekolah. Total ada tiga penjual jajanan yang dimintai keterangan atas kasus tersebut.

Kapolsek Mertoyudan AKP Sujarwanto mengatakan pihaknya langsung melakukan pendalaman kasus begitu kasus tersebut mencuat. Usai kejadian pihaknya langsung memintai keterangan pedagang yang diduga menjadi salah satu penyebab keracunan.

”Kemarin setelah melaksanakan kegiatan evakuasi (korban), personel kita melaksanakan pencarian yang diduga menjual jajanan penyebab keracunan,” katanya seperti dikutip detikJateng.

”Kemarin baru satu orang, dan kini sudah tiga orang yang dimintai keterangan. Sampel jajanan juga sudah dibawa Dinkes dan iden polres untuk ditindaklanjuti,”tambahnya, Kamis (22/9/2022).

Baca: Diduga Keracunan Jajanan, 33 Siswa MI di Magelang Dilarikan ke Rumah Sakit

Ketiga orang yang dimintai keterangan tersebut terdiri diduga seorang penjual jasuke. Kemudian pasangan suami istri yang diduga menjual mi tumplek dan tilung (aci digulung).

”(sepeda motor dan barang dagangan) Yang kemarin diketahui anak beli (makanan) di situ. Prosesnya masih menunggu (hasil pemeriksaan sampel) karena yang mengetahui makanan mengakibatkan muntah atau pusing baru dibawa ke laborat,” ujarnya.

Hasil penyelidikan, katanya, para pedagang itu menjajakan makanannya di lokasi Maarif tersebut. Meskipun setelah kejadian para pedagang itu beralih lokasi dan berjualan di tempat lainnya.

”Setelah menjual di lokasi itu (MI), mereka akan berjualan ke daerah Tempuran,” tuturnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi mengatakan, sampel yang dikirim berupa muntahan dan sisa makanan.

”Sampelnya muntahan dan sisa makan. Sampel akan dikirim ke Balabkes Semarang,” kata Bela dalam pesan singkatnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: DetikJateng

Ruangan komen telah ditutup.