Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Diduga Keracunan Jajanan, 33 Siswa MI di Magelang Dilarikan ke Rumah Sakit

Ilustrasi Infus. (Freepik)

MURIANEWS, Magelang – Sebanyak 33 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif Dusun Nepak, Desa Bulurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang terpaksa dilarikan ke rumah sakit, Rabu (21/9/2022). Mereka diduga keracunan jajanan jasuke dan mi goreng yang dijajakan pedagang di kawasan sekolahan.

Kapolsek Mertoyudan AKP Sujarwanto membenarkan kejadian tersebut. Saat kejadian puluhan anak tersebut langsung dilarikan ke dua rumah sakit, yakni RSUD Tidar dan RS Harapan.

”Awalnya siswa tersebut mengkonsumsi jajanan di sekitar sekolahan, berupa jasuke dan mi goreng. Usai mengkonsumsi makanan tersebut mereka merasa mual dan pusing-pusing,” katanya seperti dikutip Antara.

Melihat puluhan siswanya pusing dan mual, guru di MI tersebut langsung membawa siswa yang mual tersebut ke RSUD Tidar dan RS Harapan. Dari 33 anak yang diduga keracunan, 17 di antaranya dibawa ke RSUD Tidar. Sedangkan 16 anak sisanya dibawa ke RS Harapan Kota Magelang.

Pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung mengamankan pedagang yang diduga jadi penyebab dugaan keracunan tersebut untuk dimintai keterangan.

”Kami langsung mengamankan pedagang jasuke, sedangkan pedagang mi goreng masih kami cari orangnya,” ucapnya.

Pihaknya juga mengamankan sampel makanan atau muntahan untuk diselidiki di laboratorium.

Kabid Layanan Medis RSUD Tidar, Susini Rangkai Sari mengatakan sekitar pukul 11.20 WIB ada 17 siswa dari MI Maarif Nepak Bulurejo, Kabupaten Magelang datang ke UGD minta layanan karena ada keluhan di mana para siswa tersebut mengalami muntah-muntah setelah mengkonsumsi makanan yang dijual di luar sekolah.

”Kami dari tim UGD kemudian melakukan perawatan sesuai prosedur. Pasien mendapatkan layanan sesuai dengan yang dibutuhkan yaitu pemberian cairan pada pasien-pasien tersebut,” tuturnya.

 

Ia menjelaskan sejumlah pasien saat ini masih dalam observasi oleh tim, baik dokter maupun perawat.

Saat ini yang terindikasi perlu perawatan lanjutan ada empat anak, sementara yang 13 masih dalam observasi kondisinya. Mereka muntah-muntah, mual, pusing, dan lemas karena mengalami muntah ada cairan yang keluar.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Antara

Ruangan komen telah ditutup.