Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Hoaks Perubahan Biaya Transaksi Muncul Lagi, Ini Kata BRI Kudus

Hoaks Perubahan Biaya Transaksi Muncul Lagi, Ini Kata BRI Kudus
Tangkapan layer Edaran hoaks yang mengatasnamakan BRI. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Hoaks informasi perubahan biaya transaksi menjadi Rp 150 ribu kembali berseliweran di media sosial. BRI Cabang Kudus pun mewanti-wanti nasabahnya.

Ekwan Darmawan, Pimpinan Cabang BRI Kudus, Jawa Tengah meminta para nasabahnya untuk mengonfirmasi ke Bank BRI terdekat bila menemukan informasi yang mengarah ke penipuan itu.

”Silahkan konfirmasi terlebih dahulu ke bank BRI terdekat,” katanya, Rabu (21/9/2022).

Baca: Hoaks, Biaya Transaksi BRI Jadi Rp 150 Ribu

Selain itu, nasabah juga bisa menantau akun instagram resmi @bankbri_id yang sudah terdapat centang biru untuk dapat informasi yang valid.

Dalam akun itu menjelaskan, nomor WhatsApp resmi BRI hanya di 0812-1214–017 dan website resminya hanya https://ib.bri.co.id. Selain itu, bisa dipastikan palsu.

”Agar kamu terhindar dari kejahatan phising, ingat ya jangan sembarangan ngasih data pribadi & data perbankanmu ke pihak lain,” tulis caption di aku instagram resmi BRI itu.

Diketahui, telah beredar inromasi tentang perubahan tarif transfer bank Rp 6500 per transaksi diubah menjadi tarif Rp 150 ribu perbulan unlimited transaksi.

Di edaran tersebut juga terdapat kepala surat dan logo BRI serta mencantumkan alamat kantor.

”Sehubungan adanya pembaharuan dari layanan bank BRI, untuk meningkatkan kualitas dan kenymanan nasabah bertransaksi dari bank BRI mobile atau internet banking seluruh biaya transaksi berubah menjadi biaya bulanan. Untuk biaya transaksi yang lama Rp 6.500 per transaksi diganti dengan biaya yang baru sebesar Rp 150.000 per bulan (autodebet dari tabungan),” tulis edaran tersebut.

Di edaran tersebut juga meminta agar nasabah melakukan konfirmasi. Bahkan di akhir paragraf edaran tersebut berbunyi “Jika bapak/ibu tidak ada konfiirmasi maka dianggap SETUJU. Ada penagihan setiap bulannya Rp 150.000 dari tabungan BRI. Ada transaksi atau tidak tetap dipotong.

Ekwan menegaskan, edaran tersebut tidak benar atau hoaks. Dia tidak memungkiri edaran tersebut masih marak di media sosial.

”Kami pastikan itu hoaks. Kami berperang terus dengan hoaks tersebut. Hoaks itu seperti ngeblast. Kalau ditanggapi nanti akan mengorek data nasabah,” katanya.

Menurutnya, pihak kepolisian sudah turun tangan menangani kasus itu. Bahkan, beberapa pelaku sudah ditangkap terkait kasus tersebut.

Pihak Bank Indonesia juga sampai turun tangan. Yakni dilakukan dengan cara mengedukasi masyarakat di media sosial dan media elektronik.

”Saran saya jika ada yang mendapatkan edaran tersebut diabaikan saja,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.