Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemkab Jepara Hanya Buka 550 Formasi Guru PPPK

Pemkab Jepara Hanya Buka 550 Formasi Guru PPPK
Pelantikan guru dengan status PPPK di Kabupaten Jepara tahun lalu. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Jawa Tengah membuka kembali formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru. Sayang, jumlahnya hanya 550 formasi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jepara, Oni Sulistijawan, menyampaikan kepastian jumlah formasi itu baru diterima pekan ini.

”Jumlah formasinya baru turun pekan ini. Ada 550 formasi PPPK untuk guru,” jelas Oni, Rabu (21/9/2022).

Dari jumlah 550 formasi itu, lanjut Oni, sebanyak 400 formasi di antaranya diperuntukkan bagi peserta tes tahun lalu yang belum masuk jadi PPPK. Padahal, mereka sudah lulus dengan nilai ambang batas atau passing grade.

”Jadi nanti bisa langsung pemberkasan. Tapi petunjuk untuk itu (pemberkasan) belum ada,” kata Oni.

Baca: Sopir hingga Tenaga Kebersihan di Jepara Mendaftar Pegawai Non-ASN

Sementara itu, sisanya sebanyak 150 formasi melalui mekanisme seleksi berdasarkan obeservasi kepala sekolah. Kemudian diverifikasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan BKD.

”Observasi diutamakan kepada K2 (kategori 2) baru kepada GTT (guru tidak tetap) senior. Ini (GTT senior) berdasarkan lama bekerja dan usia,” kata Oni.

Dengan bertambahnya jumlah PPPK, praktis mengurangi jumlah pegawai non ASN. Tapi, di sisi lain beban belanja pegawai pemerintah Kabupaten Jepara menjadi membengkak.

Saat ini, belanja pegawai pemerintah Kabupaten Jepara mencapai 40 persen lebih dari anggaran pendepatan belanja daerah (APBD). Sementara, aturan yang ada mengamanatkan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD.

”Belum ada PPPK untuk belanja pegawai saja sudah lebih dari 30 persen. Daerah ini dilemma,” terang Oni.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.