Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Oknum Kades Tlogotuwung Diduga Korupsi, Ini Kata Dinas PMD Blora

Oknum Kades Tlogotuwung Diduga Korupsi, Ini Kata Dinas PMD Blora | MURIANEWS
Ilustrasi korupsi. (Dok. Murianews)

MURIANEWS, Blora – Oknum Kepala Desa (Kades) Tlogotuwung, Sriyanto terseret kasus dugaan korupsi dana desa. Aksi amoralnya itu telah merugikan negara Rp 648.422.394.

Terkait kasus itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora telah mengajukan pemberhentian jabatan oknum kades yang terjerat kasus dugaan korupsi tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati menjelaskan proses pemberhentian itu sedang diajukan ke atasannya yakni Bupati Blora.

Baca: Diduga Korupsi, Oknum Kades di Blora Rugikan Negara Rp 648 Juta

Yayuk mengaku sejauh ini, belum mendapatkan informasi dari kejaksaan terkait dengan kasus korupsi yang menjerat salah satu kades di Kecamatan Randublatung tersebut.

”Kalau ini sedang dalam proses maju ke Pak Bupati, kami masih berhitung karena perhitungan kerugian belum selesai. Jadi kalau belum selesai penghitungannya, kami belum bisa melakukan apa-apa karena itu juga terkait dengan dana desanya,” terang Yayuk dikutip dari Kompas.com, Rabu (21/9/2022).

Diketahui, oknum kades itu telah ditetapkan tersangka pada Juli 2022 lalu. Itu setelah pihaknya menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

”Tersangka yang kita tetapkan atas nama Sriyanto, kepala desa Tlogotuwung,” ucap Kepala Kejaksanaan Negeri Blora Ichwan Effendi.

Sementara itu, Kepala seksi intelijen (Kasi Intel) Kejari Blora, Jatmiko mengatakan saat ini pihaknya masih melengkapi pemberkasan tahap dua penyerahan tersangka dan barang bukti dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oknum kades tersebut.

”Setelah dinyatakan lengkap formil materil nanti akan ditahap dua dari penyidik ke penuntut umum,” ucap Jatmiko.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Kompas.com

Ruangan komen telah ditutup.