Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Marak Tambang, Mata Air di Sukolilo Pati Hilang

Gegara Tambang, Mata Air di Sukolilo Pati Hilang
Salah satu aktivitas penambangan di Kecamatan Sukolilo. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Maraknya aktivitas tambang di Sukolilo, Kabupaten Pati, menunjukan dampak negatif. Sumber mata air hilang, elang jawa, dan burung hantu terancam punah.

Itu diungkapkan Humas Warga Kecamatan Sukolilo yang tergabung Warga Peduli Sosial, Hukum, dan Lingkungan Hidup (Wali-SHL) Pati, Hartono.

Menurutnya, sebelum maraknya tambang, beberapa sumber mata air di sepanjang Sukolilo-Prawoto masih bisa dinikmati warga. Namun saat ini, beberapa sumber mata air itu sudah hilang.

”Dulu ketika saya kecil di sepanjang Sukolilo-Prawoto itu banyak mata air. Tetapi setelah adanya tambang, sudah ndak mengeluarkan sumbernya alias mati. Jadi mata air hilang gara-gara tambang,” kata humas Wali-SHL Hartono, Selasa (20/9/2022).

”Burung hantu dan elang Jawa terancam punah. Karena sarangnya di batu, kalau di tambang terus pastinya hilang. Padahal burung hantu itu membantu petani mengurangi hama tikus,” keluhnya.

Baca: Warga Minta Aktivitas Tambang Ilegal di Sukolilo Pati Dihentikan

Sementara itu, Kepala ESDM Kendeng Muria Pati Irwan Edhie Kuncoro menyatakan perusahaan tambang sepanjang jalan Sukolilo-Prawoto hanya satu yang mengantong IUP OP yakni PT Tri Lestari yang terletak di Desa Wegil.

Sementara yang lainnya belum mengantongi izin operasional. Namun sayangnya, mereka tetap nekat melakukan pertambangan. Pihaknya juga sudah mencoba melakukan penertiban.

”Kami sudah pernah menertibkan kegiatan penambangan tersebut sampai tiga kali mereka berhenti tapi kalau kita pergi beroperasi lagi,” pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.