Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Uang Baru Sudah Bisa Didapatkan di Kudus Lho

Uang Baru Sudah Bisa Didapatkan di Kudus Lho
Uang baru emisi 2022 sudah tersedia di Bank Jateng KCP Prambatan Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Uang baru emisi 2022 kini telah tersedia di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Salah satunya, warga bisa menukarkan uang lamanya ke Bank Jateng Kantor Cabang Pembantu (KCP) Prambatan Kudus.

Uang baru pecahan Rp 1 ribu hingga Rp 100 ribu telah disediakan disana. Bahkan, ketersediaannya sudah ada sejak dua bulan.

”Untuk pecahan uangnya ada lengkap. Warga kalau mau menukar dengan uang baru kami layani. Tetapi terbatas karena juga melihat ketersediaan yang ada di sini kan belum banyak. Kami tetap melayani selagi masih ada,” kata Pimpinan Bank Jateng KCP Prambatan Kudus, Arief Junaidi, Rabu (21/9/2022).

Masyarakat yang ingin menukar uang lama dengan uang emisi baru dapat langsung datang ke bank. Selain membawa uang lama untuk ditukar, warga juga diharuskan membawa KTP.

Baca: Simak! Ini Syarat dan Cara Penukaran uang Baru secara Online

Adapun pelayanan Bank Jateng KCP Prambatan yakni setiap Senin hingga Sabtu mulai pukul 08.00 WIB sampai 14.30 WIB. Sedangkan Sabtu mulai pukul 08.00 WIB sampai 10.30 WIB.

”Sejauh ini masyarakat sudah ada yang mulai menukar uang baru. Harapan kami masyarakat semakin yakin kepada pemerintah terkait keamanan uang rupiah. Bagi masyarakat tentunya semakin bangga untuk memiliki uang baru emisi 2022,” imbuhnya.

Menurutnya, Bank Indonesia (BI) berupaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan tentang penggunaan uang sebagai transaksi pembayaran. Selain itu bertujuan untuk menjaga reputasi uang rupiah.

”Dengan adanya uang baru ini tujuannya untuk menghindari banyaknya uang yang dipalsukan. Oleh karena itu uang baru yang sudah beredar ini didesain simple dan sulit dipalsukan. Bahannya juga tahan lama,” sambungnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.