Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Konversi Kompor Gas Elpiji ke Listrik, YLKI Pertanyakan Kesiapan PLN

Konversi Kompor Gas Elpiji ke Listrik, YLKI Pertanyakan Kesiapan PLN
Ilustrasi kompor listrik (Freepik)

MURIANEWS, Jakarta – Saat ini pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menggenjot sosialisasi konversi penggunaan kompor gas elpiji 3 kilogram ke kompor listrik atau induksi.

Bahkan program terdekat, Kementerian ESDM akan membagikan kompor listrik gratis kepada warga penerima manfaat yang masuk dalam Data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Untuk tahap pertama jumlah yang akan diberikan sebanyak 300.000 kompor listrik.

Terkait program konversi ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) justru mempertanyakan kesiapan dari PT PLN (Persero). Sebab, ketika masyarakat mulai beralih ke kompor induksi, maka kebutuhan listrik akan semakin meningkat.

Baca: Pemerintah Bagi-Bagi Sepaket Kompor Listrik Gratis Kepada Masyarakat

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi menyatakan, ketersediaan pasokan listrik yang andal amat diperlukan untuk menyukseskan program konversi kompor gas ke kompor listrik. Sekali gus PLN juga harus menjamin hak-hak konsumen tetap terpenuhi.

”Bagaimana jadinya jika saat sedang memasak listrik PLN mati?,” kata Tulus, dikutip dari Merdeka.com, Rabu (21/9/2022).

Untuk itu, YLKI meminta pemerintah dan stakeholders terkait lebih serius dalam mempersiapkan berbagai faktor penunjang kesuksesan program konversi kompor gas ke listrik. Terutama, keandalan pasokan listrik sebagai bahan bakar utama pengganti gas elpiji 3 kilogram.

Baca: Kompor Listrik Pengganti Elpiji 3 Kg Mulai Diuji Coba

”Walaupun konsep kebijakan konversi ke kompor induksi terlihat baik dan pro poor, tetapi kebijakan ini seharusnya bukan hanya berbasis bongkar pasang atas kepanikan pemerintah terhadap melambungnya subsidi gas elpiji 3 kg,” tegasnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Merdeka.com

Ruangan komen telah ditutup.