Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Desa di Kudus Bisa Gandeng Lima Universitas Ini untuk Seleksi Perangkat Desa

Pendapa Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 90 desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akan menyelenggarakan seleksi perangkat desa pada 13 Desember 2022 mendatang. Sesuai Peraturan Bupati, desa-desa yang menyelenggarakan pun direkomendasikan untuk menggandeng universitas untuk pelaksanaan tes seleksi.

Adapun lima univerisitas yang direkomendasikan. Yakni Universitas Negeri Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Politeknik Negeri Semarang (Polines), dan Universitas Tujuh belas Agustus (Untag) Semarang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Dian Noor Tamzis menyebutkan, hanya lima universitas tersebut yang sesuai dengan regulasi standar akreditasi yang ditetapkan pemkab.

Baca: Ini Jadwal Seleksi Perangkat Desa di Kabupaten Kudus

Dian mengatakan, sebenarnya ada sepuluh perguruan tinggi yang sudah menjalin kerja sama dengan Pemkab Kudus. Namun lima perguruan tinggi lainnya belum memenuhi kriteria.

”Kriteria yang paling utama adalah perguruan tinggi itu berakreditasi A, atau setidaknya program studi yang berkaitan dengan seleksi perangkat desa berakreditasi A, nah yang memenuhi syarat itu ada lima universitas,” katanya, Rabu (21/9/2022).

Baca: Bupati Ungkap Ada Desa di Kudus Hanya Punya Satu Orang Perangkat

Pendaftaran seleksi perangkat desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dimulai 5 Oktober 2022 mendatang. Dengan jumlah lowongan yang tersedia adalah sebanyak 252 lowongan jabatan.

Bupati Kudus HM Hartopo pun kembali menekankan dalam pelaksanaannya nanti, panitia penyelenggara harus sangat hati-hati dan transparan. Mengingat seleksi perangkat desa ini kerap mendapat atensi dari banyak pihak.

”Yang kami tekankan adalah transparan dan hati-hati, ini jadi sorotan dan jangan sampai ada permasalahan,” kata Hartopo.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.