Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mencicipi Dodol Sarkoju’, Kue Khas Tradisi Pernikahan di Sumenep

Mencicipi Dodol Sarkoju', Kue Khas Tradisi Pernikahan di Sumenep
Foto: Dodol Sarkoju’ khas Sumenep, Madura. (NU Online Jatim)

MURIANEWS, Sumenep – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tak hanya dikenal dengan panorama alamnya yang menawan. Namun, kabupaten di ujung timur Pulau Madura ini juga punya banyak kuliner khas.

Salah satunya adalah camilan unik yang bernama dodol Sarkoju’. Kuliner ini menjadi hidangan dalam setiap tradisi pernikahan di Sumenep.

Melansir dari NU Online Jatim, Selasa (20/9/2022), dodol merupakan simbol relasi antara manusia dengan manusia serta menunjukkan pada khalayak bahwa seluruh kuliner terbuat dari bahan-bahan alamiah dan tanpa bahan pengawet makanan.

Baca juga: Jubede, Camilan Unik Khas Sumenep yang Cocok Disajikan saat Lebaran

Pernyataan ini dikatakan oleh Subhan warga Sarkoju’, Desa Prenduan, Pragaan, Sumenep saat menghadiri acara pernikahan, Ahad (18/09/2022). Dijelaskan, dodol buatan warga Sarkoju’ berbeda dengan jenis dodol yang ada di daerah lainnya.

Dari segi warna kecoklatan, manis, memiliki tekstur yang lembut saat digigit dan tidak terlalu lengket saat dipegang serta tahan sampai tiga hari.

Berdasarkan sejarah, setiap acara adat, dodol menjadi perekat sosial, menyambungkan hubungan silaturrahim antar sesama famili dan warga setempat. Tak heran di setiap ada acara pernikahan, selamatan, rokat desa, dan bha rebbha (berbagi makanan di setiap malam Jumat), dodol menjadi makanan nomor satu di desanya.

”Kebiasaan lainnya yang kami ketahui, warga acap kali membawa dodol ke sebuah tempat yang jarang sekali mengkonsumsi dodol. Sebut saja di daerah pesisir Prenduan. Kini, dodol diperjualbelikan oleh pedagang kue yang berjalan kaki dari rumah ke rumah dengan harga yang receh, tapi rasanya maknyus,” ujar alumni Pondok Pesantren Al-Qarorul Makien Prenduan itu.

Disebutkan, bahan-bahan dodol antara lain air nira (legen), santan, dan beras yang sudah dihaluskan. Jika kualitas beras baik, maka hasilnya pun sangat baik.

Untuk membuat dodol, langkah pertama adalah parutan kelapa dilumuri dengan air nira, kemudian diperas. Setelah itu, air perasan santan yang dituangi air nira direbus secara kondisional.

Sebagaimana ia melihat ibunya membuat dodol di dapur, tepung beras yang sudah halus direndam pakai air nira. Mengenai ukurannya, tergantung banyaknya memproduksi dodol.

”Berselang kemudian, ibu memasukkan tepung itu pada kuali jumbo yang sebelumnya air santan direbus. Yang jelas, kami kurang tahu berapa lama air santan itu direbus. Yang kami tahu, ibu menggunakan instingnya saat mencampurkan tepung dengan santan itu,” terangnya.

Setelah tercampur semua, diaduk rata sampai matang dan mengeras. Jika tidak diaduk, khawatir adonan tidak merata dan manisnya tidak terasa di lidah.

”Guna menentukan kualitas dodol baik. Tergantung pada insting koki saat menungakan tepung yang dicampur dengan air nira,” tandasnya.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: jatim.nu.or.id

Ruangan komen telah ditutup.