Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Suka Makan Pisang Tanduk? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya yang Penting Diketahui

Suka Makan Pisang Tanduk? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya yang Penting Diketahui
Foto: Ilustrasi pisang tanduk (Toshiharu Watanabe dari Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Pisang adalah salah satu buah paling digemari orang Indonesia. Baik anak-anak maupun orang tua sangat menggemari buah yang mudah didapat dan harganya sangat terjangkau ini.

Ada banyak jenis pisang yang ada di Indonesia. Masing-masing punya rasa yang khas, baik dimakan langsung maupun dijadikan olahan beragam masakan.

Salah satu buah pisang yang banyak penggemarnya adalah pisang tanduk. Secara fisik, pisang ini ukurannya cukup besar dibandingkan pisang biasa.

Baca juga: Ibu Hamil Dianjurkan Konsumsi Pisang, Ini Manfaat yang Bisa Didapatkan

Pisang tanduk diketahui memiliki banyak khasiat buat kesehatan. Tak heran, jika pisang tanduk ini jadi pilihan banyak orang.

Melansir dari Hello Sehat, Selasa (20/9/2022) dalam satu buah pisang tanduk seberat 270 gram mengandung kalori sebanyak 329 kkal. Dari kandungan zat gizinya, pisang tanduk bisa memberikan sejumlah khasiat kesehatan.

1. Memberi asupan energi

Kalori pada makanan memberikan asupan energi diperlukan untuk beraktivitas fisik. Sebagian besar asupan energi dari pisang ini berasal dari karbohidrat. Sebanyak 94 persen jumlah kalori pada pisang bahkan berasal dari karbohidrat.

Nantinya, karbohidrat akan dipecah oleh tubuh dalam bentuk glukosa atau gula dan digunakan tubuh sebagai “bahan bakar” untuk otot dan otak Anda.

2. Menurunkan risiko anemia

Khasiat pisang tanduk ternyata juga baik untuk mencegah anemia atau kurang darah. Pasalnya, buah ini kaya akan zat besi dan folat. Ketiga zat gizi ini membantu meningkatkan jumlah sel darah merah sehingga oksigen dan zat gizi bisa beredar di dalam tubuh dengan optimal.

3. Memperkuat kekebalan tubuh

Ada beberapa jenis zat gizi pada pisang ini menjaga fungsi sel-sel kekebalan tubuh, seperti vitamin A, vitamin C, zink, zat besi, protein, dan selenium. Bila sel imun terjaga, tubuh bisa melawan infeksi kuman dan mengendalikan peradangan di dalam tubuh. Jadi, Anda tidak mudah sakit.

4. Mengendalikan gula darah

Jika ingin mendapatkan manfaat pisang tanduk untuk gula darah, pilihlah yang masih mentah dan berwarna hijau. Pisang yang mentah mengandung pati resisten.

Berbeda dengan pati pada umumnya, pati resisten tidak bisa dipecah oleh tubuh menjadi glukosa. Jadi, kadar gula darah pun tidak melonjak drastis. Selain itu, indeks glikemik pada buah ini cukup rendah, yakni berkisar 54,6 dan 45,3. Rendahnya angka juga membantu menghindari lonjakan gula darah.

5. Menjaga kesehatan pencernaan

Kandungan serat pada pisang tanduk membantu memadatkan feses sekaligus menyerap air di dalam usus. Hal ini membantu feses keluar dengan lebih mudah.

Selain itu, pati resisten dari pisang mentah juga membantu memberikan asupan untuk bakteri baik pada usus. Jadi, keseimbangan bakteri atau mikrobiota usus pun akan terjaga.

6. Mengontrol tekanan darah

Manfaat pisang tanduk ini berasal dari kadar kalium yang tinggi. Mineral ini penting untuk membuang natrium berlebih melalui urine. Perlu diketahui, natrium merupakan mineral pemicu kenaikan gula darah.

Kalium juga membantu melemaskan dinding pembuluh darah sehingga aliran darah pun lebih lancar. Efeknya, tekanan darah pun turun.

7. Melengkapi kebutuhan gizi ibu hamil

Pisang tanduk mengandung tinggi folat atau vitamin B9 yang diperlukan saat hamil. Asupan folat perlu bantu mencegah bayi lahir cacat pada otak dan tabung saraf. Folat juga mendukung tumbuh kembang ari-ari pada janin.

Selain itu, pisang tanduk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral lainnya yang penting saat hamil, yaitu vitamin A, vitamin C, vitamin B6, dan zat besi. Zat gizi ini diperlukan untuk memberikan oksigen, pertumbuhan tulang, kulit sehat, serta kualitas mata yang baik pada janin.

8. Mendukung kesehatan mental

Selain menjaga kesehatan fisik, ternyata manfaat pisang tanduk juga baik untuk kesehatan mental. Kandungan vitamin B6 pada pisang ini meningkatkan senyawa di otak yang bernama gamma-aminobutyric acid (GABA). Senyawa ini bisa menenangkan kondisi psikologis Anda.

Studi terbitan Human Psychopharmacology: Clinical & Experimental (2022) bahkan menemukan bahwa asupan vitamin B6 membantu mengurangi kecemasan dan depresi.

9. Menjaga berat badan

Khasiat pisang tanduk membantu kendalikan berat badan karena tinggi serat dan protein. Konsumsi makanan tinggi serat membuat perut kenyang lebih lama.

Selain itu, protein meningkatkan hormon pemicu rasa kenyang dan menurunkan hormon lapar. Bisa disimpulkan, makan pisang ini membantu mengendalikan nafsu makan sehingga asupan kalori harian tetap terjaga dan berat badan pun terkontrol.

10. Memperkuat tulang

Bila Anda ingin tulang yang sehat, Anda bisa mengonsumsi buah yang satu ini. Pisang tanduk membantu menjaga kepadatan mineral tulang karena kaya akan kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, kalium, zink. Selain itu, vitamin C pada pisang ini membantu penyerapan asupan zink dan kalsium.

Efek samping pisang tanduk

Meski memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, ada pula efek samping dari konsumsi pisang tanduk. Apa saja?

1. Hiperkalemia

Karena tinggi kalium, konsumsi pisang ini akan membuat Anda rentan mengalami tekanan darah rendah. Asupan berlebihan bahkan bisa memicu hiperkalemia atau terlalu banyak kalium di dalam darah.

2. Berinteraksi dengan obat tertentu

Sebaiknya Anda tanyakan kepada dokter bila Anda sedang mendapatkan obat darah tinggi jenis beta-blockers dan ingin mengonsumsi pisang ini. Pasalnya, obat ini bisa meningkatkan jumlah kalium di dalam tubuh. Dikhawatirkan Anda akan mengalami kadar kalium berlebih.

3. Picu berat badan berlebih

Satu buah pisang tanduk memiliki kalori yang cukup tinggi, bahkan melebihi kalori camilan yang dianjurkan, yakni 200 kkal per hari. Konsumsi berlebihan tentu bisa meningkatkan asupan kalori dan menyebabkan berat badan naik.

Karena ukurannya yang cukup besar, Anda bisa memotongnya kecil-kecil agar porsi dan kalorinya berkurang.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Ruangan komen telah ditutup.