Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Waspada! Rekening 6 Orang di Sragen Dikuras Penipu, Modusnya Pinjol Tanpa Jaminan

Seorang mahasiswa mengadukan kasus dugaan penipuan pinjaman online yang membuat uang tabungannya Rp14 juta hilang, ke SPKT Polres Sragen, Selasa (20/9/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

MURIANEWS, Sragen – Polres Sragen mengaku menerima enam aduan penipuan berkedok pinjaman online alias pinjol tanpa jaminan dan bunga ringan yang bertujuan menguras tabungan korban. Ironisnya, aduan tersebut terjadi dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Terbaru, aduan datang dari seorang mahasiswi asal Sidoharjo bernama Intan (22), Selasa (20/9/2022) lalu. Ia melapor dananya di bank senilai belasan juta rupiah hilang dicuri orang tak dikenal.

Ditemui di Polres Sragen, Intan bercerita kasus yang menimpanya bermula dari adanya chat yang tiba-tiba masuk di WhatsApp-nya sekitar 22 Agustus 2022 lalu. Chat itu berisi tawaran pinjaman online atau pinjol.

”Di chat itu saya ditanya setuju atau tidak dengan pinjaman online itu. Kemudian di chat itu juga saya disuruh mengajukan data diri dan mengisi deposit Rp 570 ribu,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Selain itu, ia juga diminta mengurus asuransi jiwa Rp 1,7 juta. Ia juga diminta transfer Rp 3 juta sebagai pengesahan berkas ditambah Rp 2,7 juta untuk perjanjian.

Intan mengatakan total ada enam kali transaksi senilai total Rp 14 juta dari rekeningnya. Pelaku kemudian memintanya mengisi saldo rekening Rp 4 juta, minta dikirim lagi Rp 3,9 juta.

Setelah itu, pelaku mengirim pesan bahwa uang Rp 34 juta, termasuk saldo rekening, sudah dikirim ke rekening korban, namun ada keterangan moderasi tertunda.

”Tetapi setelah saya cek di mutasi rekening tidak ada uang masuk Rp 34 juta itu. Saat saya mentransfer Rp 2,7 juta itu ada bukti transfer masuk Rp 40 juta, tetapi dicek juga tidak ada dananya. Jadi bukti transfer itu palsu,” paparnya.

Anehnya, Intan merasa tidak melakukan semua transaksi itu dan baru sadar sepekan terakhir sebelum akhirnya melapor ke Polres. Ia merasa telepon selulernya disadap.

“Apa ponsel saya disadap atau bagaimana, saya tidak tahu. Tahu-tahu ada riwayat chat yang tidak pernah saya lakukan,” aku Intan.

sudah mengecek ke provider nomor yang digunakan pelaku tetapi tidak ada yang menggunakan. Kemudian Intan mengecek ke bank dan oleh pihak bank diminta membuat aduan ke Polres. Intan kemudian mengosongkan rekening banknya dan menyisakan dana  sekitar Rp 20 ribu.

”Saya kurang tahu kok bisa seperti itu. Saya tidak pernah memberi nomor PIN ke orang lain. Kalau nomor rekening pernah saya berikan karena saya juga melakukan bisnis online. Selama ini saya juga tidak pernah pinjam online,” ujarnya.

Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, melalui Kasi Humas, Iptu Ari Pujiantoro, menyampaikan  sebelumnya ada lima aduan kasus serupa, yakni pada 15 September 2022 dengan korbannya orang Masaran dengan kerugian Rp 21,8 juta.

Kemudian warga Kedawung, Mondokan Sragen, dengan kerugian Rp58 juta; warga Kebakkramat, Karanganyar dengan kerugian Rp 6 juta; warga Sukodono, Sragen dengan kerugian Rp 8,6 juta; dan warga Ngrampal, Sragen, dengan kerugian Rp 18,13 juta.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.