Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jateng

Kecewa, Demonstran Segel Kantor DPRD Jateng

Demonstran memasang sepanduk pengelan di gerbang Kantor DPRD Jateng. (detikJateng/Angling Adhitya Purbaya)

MURIANEWS, Semarang – Aksi demo kenaikan harga BBM dan kebijakan pemerintah yang dilakukan puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) menyegel pintu gerbang kantor DPRD Jawa Tengah, Selasa (20/9/2022).

Penyegelan tersebut dilakukan dengan memasang spanduk bertuliskan gedung ini disegel oleh rakyat. Selain itu, massa juga melilitkan rantai dikunci gembok di gerbang gedung DPRD Jateng.

Korlap aksi Rahmatullah Yudha Welita mengatakan, penyegelan ini merupakan bentuk kekecewaan para demonstran yang menyuarakan penolakan kenaikan BBM namun tak didngarkan pemerintah

”Ini bentuk kekecewaan dan mosi tidak percaya. Aksi penolakan BBM sudah berkali-kali di berbagai tempat di Indonesia. Namun, suara kami tidak didengar,” katanya seperti dikutip detikJateng, Selasa (20/9/2022).

Baca: Puluhan Massa Kembali Demo di Depan DPRD Jateng, Ini Tuntutannya

Sebelum menyegel kantor DPRD Jateng, para demonstran juga melakukan orasi terkait penolakan kenaikan harga BBM dan kebijakan yang dilakukan pemerintah. Selain itu, mereka juga membakar ban.

Dalam aksi kali ini, tuntutan yang disuarakan masih sama dengan demo pekan lalu. Yaitu menolak kenaikan harga BBM, pengesahan RUU KUHP, desakan penyelesaian kasus pelanggaran HAM, dan menuntaskan kasus mafia migas.

Massa kemudian bermaksud masuk ke gedung DPRD Jateng melewati pagar berduri dan sempat beradu argumen dengan polisi. Massa ada yang menginjak pagar berduri dan berusaha masuk.

Selain itu, sejumlah perwakilan massa masuk dan memanjat pagar untuk memasang spanduk yang kemudian ditulisi “gedung ini disegel oleh rakyat”. Dan di bawahnya dipasangi rantai dengan gembok.

Dalam unjuk rasa itu, massa mengungkapkan kekecewaan karena tuntutan-tuntutan pada unjuk rasa sebelumnya tidak ada kemajuan, apakah direspons atau tidak.

Baca: Mahasiswa di Kudus Demo, Tuding BBM Naik jadi Biang Masalah

”Sebelumnya sudah kirim surat (ke DPRD Jateng) dua atau tiga minggu sebelumnya. Sudah kita sampaikan surat dan ditandatangani oleh DPRD. Tapi sampai sekarang tidak kunjung ada follow up sehingga kami ada aksi lanjutan,” jelasnya.

Lalu lintas di Jalan Pahlawan diberlakukan contraflow oleh polisi di sisi timur. Arus lalu lintas tampak lancar. Pukul 15.00 WIB massa demo BBM ini mulai membubarkan diri sambil mengumpulkan sampah di lokasi.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: detikJateng

Ruangan komen telah ditutup.