Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Terlalu Sempit, Jembatan Jurug C Dinilai Tak Memadai untuk 2 Jalur

Arus lalu lintas di Jembatan Jurug C pada Senin (19/9/2022) siang. Jembatan Jurug B belum jadi ditutup karena ada beberapa kendala. (Solopos/Gigih Windar Pratama)

MURIANEWS, Solo — Jembatan Jurug C yang menjadi tumpuan arus utama keluar masuk Kota Begawan selama penutupan Jembatan Jurug B dinilai kurang memadai. Selain itu, Jembatan Jurug C juga dinilai terlalu sempit untuk lalu lintas dua jalur.

Mahendra, warga Palur yang sehari-hari bekerja di daerah Laweyan, Solo, mengaku cukup kesal dengan banyaknya proyek yang berjalan bersamaan.

”Wah yowis macet, debu sama boros bensin pasti ini,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Selasa (20/9/2022).

Baca: Penutupan Jembatan Jurug B Solo Ditunda, Ini Alasannya

Mahendra mengatakan sebenarnya tidak ada masalah misal Jembatan Jurug B mau dibongkar atau diperbaiki. Namun yang ia masalahkan kenapa waktunya harus bersamaan dengan Jembatan Mojo yang juga diperbaiki.

”Lha yang nglaju dari Palur begini kan aksesnya terbatas, mau berangkat jam berapa pun ya pasti telat,” keluhnya.

Ia juga menilai Jembatan Jurug C Solo yang menjadi akses utama saat Jembatan Jurug B diperbaiki masih jauh dari ideal sebagai jalur alternatif. Jembatan itu ia nilai sangat sempit untuk dilewati dari dua arah.

”Mau lewat Jurug C lah ya kan sempit sekali, bawa mobil disarankan masuk tol. Lah kalau ke daerah Banjarsari mau keluar mana andai lewat tol kan kejauhan,” ucapnya.

Keluhan serupa diutarakan Ega Nurhakim, penguasaha yang setiap hari melewati Jembatan Jurug B menuju lokasi usahanya di Jl Slamet Riyadi Solo. Menurutnya, Jembatan Jurug C Solo masih jauh dari ideal sebagai jalur utama untuk lalu lintas dari dua arah.

”Lah sekarang Jurug C dibuat dua lajur, lebarnya cuma segitu kan ya memaksa tenan. Hla wong kalau normal saja macete ora umum kadang-kadang,” jelasnya.

Ia mengatakan alangkah baiknya jika salah satu jembatan dulu diperbaiki, misal Jembatan Mojo. Dengan begitu saat Jembatan Jurug B ditutup, Jembatan Mojo bisa jadi alternatif.

Mengenai jalur alternatif yang disarankan Dishub Solo saat Jembatan Jurug B diperbaiki, pria 31 tahun ini menilai belum bisa menguraikan masalah kemacetan. Ia mengatakan tetap akan ada penumpukan di lokasis-lokasi tertentu yang dilewati jalur alternatif.

“Misal mau dialihkan lewat ring road, ya memang awalnya lega, nanti di depan perempatan dekat ISI [Institut Seni Indonesia], kan macet lagi. Belum lawane ya truk-truk gede kan jadinya sama saja bakal ada penumpukan,” ucapnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.