Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Beberapa Jenis Bunga yang Bisa Dikonsumsi, Sudah Pernah Coba?

Ini Beberapa Jenis Bunga yang Bisa Dikonsumsi, Sudah Pernah Coba?
Foto: Ilustrasi (Bernadette Wurzinger dari Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Indonesia dikenal memiliki aneka macam tanaman hias. Tanaman hias ini ada memiliki bunga dan ada yang tidak.

Biasanya, tanaman hias ini ditanam untuk mempercantik rumah. Bunganya yang mekar membuat suasana rumah terasa lebih segar dan sehat.

Bunga yang mekar juga bisa jadi wewangian alami. Pasalnya, ada beberapa jenis bunga yang memunculkan aroma wangi ketika mekar.

Baca juga: Benarkah Jus Lidah Buaya Bisa Membantu Atasi Gangguan Pencernaan Kronis? Ini Jawabannya

Namun, sudah tahukah Anda jika ada beberapa jenis bunga yang bisa dimakan. Benarkah? Lalu bagaimana rasanya?

Melansir dari laman Hello Sehat, Senin (20/9/2022), Tidak semua bunga aman untuk dimakan. Adapun jenis bunga yang bisa dimakan ini adalah edible flower.

Bunga ini bisa disajikan dengan makanan utama, dimasukan dalam saus atau minuman, bahkan diolah menjadi camilan. Beberapa koki sengaja menyajikan bunga untuk dikonsumsi karena memperkaya cita rasa makanan.

Selain tidak menyebabkan masalah pencernaan, edible flower menawarkan rasa dan tampilan yang unik untuk hidangan. Beberapa jenisnya bisa memberikan manfaat kesehatan karena merupakan makanan bernutrisi.

Apa saja jenis bunga yang aman untuk dikonsumsi? Berikut di antaranya.

1. Mawar

Ada lebih dari 150 spesies mawar di dunia. Kabar baiknya adalah semuanya bisa dimakan. Namun, tidak semua jenis mawar memiliki rasa yang sama. Cara praktis untuk memilih mawar yang bisa dimakan adalah dari aromanya. Jika aromanya sedap, mungkin rasanya juga enak.

Namun, Anda hanya bisa memakan kelopaknya karena daun dan batangnya tidak aman dikonsumsi. Kelopak bunga mawar memiliki rasa yang sedikit manis dengan aroma bunga yang segar, seperti perpaduan rasa stroberi dan apel hijau.

Kelopak bunga ini dapat dimakan mentah secara langsung, dicampurkan ke dalam jus buah, atau diolah menjadi selai, urap sayur, sup rempah, dan sebagainya.

Anda mungkin bisa memperoleh khasiat dari mengonsumsi bunga mawar. Penelitian dalam Avicenna journal of phytomedicine (2017) menunjukkan senyawa tertentu dalam minyak mawar bisa mengurangi kecemasan dan meningkatkan relaksasi.

2. Kembang sepatu

Bunga kembang sepatu bisa ditemui tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis di seluruh dunia. Ada ratusan spesies kembang sepatu, tetapi varietas yang paling populer dan dapat dimakan dikenal sebagai rosela atau Hibiscus sabdariffa.

Bunga ini memiliki berbagai warna seperti merah, putih, kuning, dan merah muda. Anda dapat memakan bunga ini langsung dari tanamannya. Bunga kembang sepatu biasanya digunakan untuk teh, jamu, selai, atau pecel sayur.

Selain itu, teh kembang sepatu diyakini memiliki khasiat obat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kembang sepatu dapat membantu mengurangi tekanan darah dan kadar kolesterol.

Meskipun begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami bagaimana kembang sepatu dapat mendukung kesehatan jantung.

3. Bunga labu

Jika Anda menanam labu kuning sendiri di kebun, Anda mungkin sering menemui bunganya yang berwarna cerah dan berkelopak lembut. Namun, Anda mungkin tidak tahu bahwa bunga ini bisa dimakan seperti labu itu sendiri.

Bunga labu berwarna kuning cerah dengan bentuk lonceng yang panjang dan bulat. Bunga-bunga ini bisa dimakan mentah atau dicincang. Nah, Anda bisa mengolahnya sebagai pecel sayur rebus, urap sayur, atau bahkan menggorengnya sampai renyah.

Namun, hanya bunga jantan yang aman untuk dimakan. Seperti apa ciri-ciri bunga labu jantan? Bunga jantan memiliki batang yang panjang dan tipis dan biasanya tumbuh di sekitar tepi luar tanaman.

4. Lavender

Lavender adalah bunga yang berasal dari bagian utara Afrika dan Mediterania. Bunga ini berwarna violet, berukuran kecil, dan berjumlah banyak. Lavender dikenal karena aromanya yang khas dan diyakini memiliki efek menenangkan.

Warna dan aromanya menjadikan lavender sebagai tambahan yang pas untuk berbagai makanan. Bunga ini bisa ditambahan ke dalam minuman manis, teh herbal, bumbu kering, dan rempah. Nah, edible flower ini cocok juga dipadukan dengan makanan bercita rasa asam dan manis, seperti jeruk, beri, rosemary, sage, dan cokelat.

Saat ingin menambahkan lavender pada masakan, sebaiknya masukan bungan ini sedikit demi sedikit, hingga memberikan rasa atau aroma yang diinginkan. Jika memasukannya sekaligus dan terlalu banyak, rasa dan aroma yang muncul bisa terlalu kuat.

5. Dandelion

Dandelion dikenal sebagai tanaman gulma kebun yang tumbuh liar. Namun, mereka juga berfungsi sebagai bunga yang bisa dimakan dengan kandungan zat gizi yang tinggi.

Dandelion memiliki bunga kecil berdiameter sekitar 2-4 cm dengan banyak kelopak kecil berwarna kuning cerah. Setiap bagian tanaman gulma ini dapat dinikmati. Ini termasuk akar, batang, dan daunnya.

Bunganya bisa dimakan mentah, campuran tepung roti, digoreng, atau campuran membuat puding dan selai. Akarnya sering direndam untuk membuat teh atau kopi. Dandelion juga bisa dimasak sebagai semur, pepes ikan, atau hidangan lain yang membutuhkan aroma tambahan.

Konsumsi bunga ini bisa memberikan manfaat tersendiri karena riset menyebutkan dandelion mengandung berbagai senyawa dengan sifat antioksidan.

6. Chamomile

Chamomile adalah bunga yang kerap digunakan untuk memasak dan pengobatan tradisional selama berabad-abad. Penelitian dalam jurnal Phytomedicine (2016) menemukan bahwa chamomile berpotensi mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur.

Bunganya sangat mirip dengan aster, meskipun jauh lebih kecil. Chamomile memberikan rasa yang sedikit manis dan beraroma pada makanan atau minuman.

Untuk masakan, daun dan bunga chamomile biasanya dikeringkan terlebih dahulu, tetapi bisa juga disajikan segar. Selain sering digunakan untuk teh chamomile, bunganya juga dapat dibuat sirup atau makanan yang dipanggang dan makanan penutup.

7. Kamperfuli

Ada sekitar 200 spesies honeysuckle atau kamperfuli, tetapi yang paling umum adalah varietas Japonica dan Woodbine. Bunga dan ekstraknya biasanya dikonsumsi atau dioleskan ke kulit untuk mengobati berbagai kondisi peradangan.

Namun, khasiatnya sebagai obat terapi bagi manusia masih belum terbukti secara ilmiah. Dalam dunia kuliner, kamperfuli sering digunakan untuk membuat teh atau sirup yang harum. Bunganya yang harum, biasanya berwarna kuning muda atau putih, mengandung nektar yang bisa dimakan langsung.

Anda dapat menggunakan bunga yang bisa dimakan ini untuk mempermanis es teh, limun, yoghurt, atau sebagai pengganti gula. Meskipun bunga kamperfuli dan nektarnya aman untuk dimakan, beberapa varietasnya bisa menyebabkan keracunan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Ruangan komen telah ditutup.