Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kaca Sekolah di Kudus Pecah Akibat Kericuhan di Ngembal Kulon

Tangkapan layar video yang merekam sejumlah kaca yang pecah di Madrasah Ibtidaiyah Bahrul Ulum. (Murianews)

MURIANEWS, Kudus – Kericuhan terjadi di Jalan Lingkar Timur, turut Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Minggu (18/9/2022) malam. Akibat kericuhan itu, kaca di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bahrul Ulum yang berada di tepi jalan lingkar rusak.

Dari video yang beredar, sejumlah kaca ruang kelas MI tersebut pecah diduga akibat terkena lemparan batu dari kerusuhan suporter tersebut.

Saat dikonfirmasim Kepala MI Bahrul Ulum Kholistimroah membenarkan madrasah yang dipimpinnya tersebut mengalmi kerusakan akibat kericuhan tersebut. Saat itu, madrasah dalam kondisi terkunci dan tidak ada orang di dalamnya.

”Waktu itu tidak adaa orang, tahunya setelah dikabari oleh guru yang rumahnya dekat sini. Akhirnya datang memang benar ada banyak batu hasil lemparan yang masuk menimpa kaca dan genting madrasah,” katanya saat ditemui di MI Bahrul Ulum, Senin (19/9/2022).

Aktivitas belajar mengajar di MI Bahrul Ulum Kudus normal usai terdampak kericuhan, Minggu (18/9/2022) malam. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

Menurutnya, ada puluhan kaca nako yang pecah di empat lokal ruang kelas dan satu ruang UKS terdampak.

Tak hanya itu, batu-batu besar yang dilempar oknum-oknum suporter yang terlibat kericuhan itu juga berceceran di lantai satu dan lantai dua.

”Yang kacanya pecah itu yang di lantai satu, ada 23 kaca nako yang pecah. Ada juga genting yang pecah. Jadi terkena lemparan batu yang dilempar dari luar, karena kondisi sekolah juga terkunci saat itu,” ujarnya.

Baca: Polisi Bubarkan Kericuhan Diduga Suporter di Ngembal Kulon Kudus

Meski demikian, kaca-kaca yang pecah di madrasah tersebut saat ini telah diperbaiki oleh kepolisian, malam itu juga.

Diberitakan sebelumnya, kericuhan terjadi di Desa Ngembal Kulon, diduga pelakunya adalah dua kelompok suporter sepak bola. Kejadian bermula ketika iring-iringan salah satu suporter melintas di kawasan tersebut.

Beberapa saat kemudian, beberapa suporter kemudian masuk ke area permukiman warga. Ada sekitar enam rumah yang terkena lemparan batu. Satu sekolah juga menjadi sasaran pelemparan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.