Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pembatasan Solar Bikin Pengusaha Bus di Jepara Tersiksa

Pembatasan Solar Bikin Pengusaha Bus di Jepara Tersiksa
Salah satu nosel BBM jenis solar di sebuah SPBU Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Kebijakan pembatasan pembelian BBM jenis solar bikin para pengusaha bus tersiksa. Di mana, seharinya setiap unit kendaraan umum hanya dapat kuota solar 200 liter.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Jepara, Iqbal Tosin menyesalkan, adanya pembatasan pembelian BBM jenis solar bersubsidi itu. Menurutnya, pembatasan itu menyebabkan masalah kompleks.

”Kalau kuota dibatasi 200 liter itu sampai mana sehari? Ini tidak masuk akal,” kata Iqbal, Senin (19/9/2022).

Menurutnya, pembatasan 200 liter solar sehari itu tak masuk akal. Sebab, rata-rata bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Jepara membutuhkan solar sekitar 500 liter untuk perjalanan pergi-pulang.

Sebagai penyedia jasa layanan, lanjut Iqbal, para pengusaha bus dan angkutan darat kesulitan menyesuaikan diri. Pada satu sisi harus memberikan pelayanan terbaik.

Baca: Tiket Bus AKAP dari Jepara Naik Lagi

Di sisi lain, biaya untuk menunjang layanan baik itu melambung akibat harga BBM naik sekaligus adanya pembatasan.

”Kalau sudah plat kuning, janganlah dibatasi dengan kuota. Kalau memang niatnya itu subsidi tepat sasaran. Jadi yang plat kuning, tidak perlu dibatasi kuota,” tegas Iqbal.

Ia menyebut, dibatasinya jumlah kuota yang tak seimbang dengan kebutuhan trayek itu menimbulkan benturan antara pemilik angkutan dan pihak SPBU.

Pasalnya, SPBU terancam mendapatkan sanksi bila melayani pembelian solar melebihi batasan kuota.

”Harga solar naik tidak masalah. Asal jangan dibatasi kuotanya. Itu yang bikin kita agak stres,” tandas Iqbal.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.