Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Gelar Pagelaran Wayang Kulit Perdana, KPSB Grobogan Luncurkan Gerakan ‘Ayoyang’

Gelar Pagelaran Wayang Kulit Perdana, KPSB Grobogan Luncurkan Gerakan ‘Ayoyang’
Foto: Pagelaran wayang kulit di Balai Desa Crewek, Kecamatan Kradenan (Murianews/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Komunitas Pemerhati Seni Budaya (KPSB) Grobogan menggelar pagelaran wayang kulit perdana di Balai Desa Crewek, Kecamatan Kradenan, Sabtu (17/9/2022) malam hingga Minggu dinihari. Dalam pentas perdana itu sekaligus dilaunching Gerakan Ayoyang, akronim dari Ayo Nanggap Wayang.

Pagelaran wayang kulit perdana yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Grobogan Mokamat.ini menampilkan lakon Ramabargawa. Ada dua dalang lokal yang tampil di edisi perdana ini, yakni Ki Muhamad Zaenuri dan Ki Latif Hadi Carito.

Pagelaran kesenian tradisional ini dihadiri jajaran muspika Kradenan, kepala desa se-Kecamatan Kradenan, pengurus Pepadi dan jajaran pengurus KPSB Grobogan.

Pagelaran wayang ini mendapat respon positif dari masyarakat. Ini bisa dilihat dengan banyaknya penonton yang memenuhi halaman balai desa dan menyaksikan pentas wayang kulit hingga tuntas.

“Sudah lama sekali saya tidak nonton wayang. Jadi ketika dapat kabar ada pentas wayang di balai desa Crewek ini saya sempatkan untuk nonton. Sejak pandemi, baru kali ini nonton pentas wayang kulit lagi,” kata Jaswadi, warga dari Kecamatan Pulokulon yang nonton pentas wayang malam bersama beberapa temannya.

Foto: Pagelaran wayang kulit di Balai Desa Crewek, Kecamatan Kradenan (Murianews/Dani Agus)

Ketua Komunitas Pemerhati Seni Budaya (KPSB) Grobogan Amin Hidayat merasa gembira dengan animo masyarakat terhadap pentas wayang tersebut. “Luas biasa. Banyak sekali yang nonton wayang disini. Hal ini membuktikan jika penggemar wayang kulit di Grobogan ini masih banyak,” katanya.

Amin menyatakan, pentas wayang menjadi priorotas rutin KPSB Grobogan. Kenapa wayang jadi perhatian utama?

“Seperti kita tahu, dari sektor seni, wayang kulit ini paling terdampak seiring datangnya pandemi. Jadi kita akan upayakan untuk membangkitkan lagi kesenian wayang kulit,” cetus Amin yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Grobogan Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan Sumberdata Manusia.

Disisi lain, wayang kulit merupakan warisan leluhur yang tidak ternilai harganya. Untuk itu, upaya pelestarian kesenian adi luhung ini harus terus dilakukan.

”Wayang adalah kesenian yang bareng hidupnya dengan negeri ini, dan digagas para wali. Untuk itu, harus kita lestarikan keberadaannya,” sambungnya.

Salah satu upaya untuk melestarikan adalah mengadakan pentas wayang secara rutin agar eksistensinya tetap terjaga. Untuk itulah, KPSB Grobogan meluncurkan Gerakan Ayo Nanggap Wayang.

“Kita harapkan nanti semua OPD, kepala desa, camat bisa nanggap wayang seara rutin. Minimal setahun sekali sudah bagus. Mari kita dukung bersama upaya pelestarian wayang kulit ini,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Dani Agus

Ruangan komen telah ditutup.