Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dijerat Pasal Berbeda, Ini Ancaman Hukuman 2 Pengoplos Elpiji di Sragen

Dua tersangka pengoplosan gas elpiji bersubsidi di Brebes diamankan polisi. (detikJateng/Imam Suripto)

MURIANEWS, Brebes – Dua tersangka sindikat pengoplos gas elpiji di Brebes ternyata dijerat dengan pasal berbeda. Untuk tersangka MK yang bertugas sebagai pengoplos dijerat dengan Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak gas dan bumi.

Sedangkan tersangka WN yang menjual ke masyarakat dikenakan Pasal 481 dengan ancaman 15 tahun penjara. Ancaman WN jauh lebih berat dibandingkan MK yang hanya terancam penjara lima tahun

”Untuk pelaku MK (pengoplos) dikenakan Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak gas dan bumi dengan ancaman lima tahun penjara. Untuk pelaku WN (yang menjual ke masyarakat) dikenakan Pasal 481 dengan ancaman 15 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda seperti dikutip detikJateng, Sabtu (17/9/2022).

Baca: Polisi Bongkar Praktik Pengoplos Elpiji di Brebes, 2 Diamankan

Kepada petugas, keduanya berhasil mengantongi keuntungan hingga Rp 10 juta per bulan dari aksinya tersebut.

”WN mengakui gas oplosan 12 kg hasil suntikan itu dijual ke Pekalongan dengan harga sesuai pasaran. Dalam sebulan rata rata, mereka bisa untung Rp 10 juta,” katanya seperti dikutip detikJateng, Sabtu (17/9/2022).

Sayangnya, aksi kedua pelaku tersebut berhasil dibongkar petugas setelah adanya laporan masyarakat terkait kecurigaan praktik pengoplosan gas elpiji. Berbekal laporan tersebut, petugas mendatangi sebuah rumah di wilayah Jatibarang.

Di rumah itu polisi mendapati kegiatan pemindahan isi tabung LPG bersubsidi 3 kg ke tabung LPG non subsidi 12 kg.

”Dari pengakuan tersangka MK (pengoplos), kegiatan tersebut sudah dilakukannya kurang lebih selama dua tahun,” ujarnya.

Baca: Pengoplos Elpiji di Brebes Ngaku Untung Rp 10 Juta per Bulan

Untuk mengisi satu tabung 12 kg, lanjut Dewa, dibutuhkan 4 tabung gas melon 3 kg. Gas subsidi itu didapat dari membeli di warung-warung. Gas tabung 12 kg hasil suntikan ini dijual ke tersangka WN.

”Pelaku MK menjual tabung LPG 12 kg ke pelaku WN dengan harga Rp 117.500, atau dengan keuntungan Rp 37.500 per tabung,” ungkapnya.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, 44 tabung ukuran 12 kg, 10 tabung ukuran 3 kg, 7 tabung bright gas warna pink ukuran 12 kg, dua mobil, dan lain-lain.

Sementara itu, perwakilan Pertamina Tegal, Deki Wahyu, mengapresiasi Polres Brebes karena mengungkap kasus pengoplosan LPG bersubsidi itu.

”Kami mengapresiasi atas terungkapnya kasus pengoplosan ini oleh Polres Brebes. Kami juga mengimbau masyarakat agar melaporkan ke kami atau ke kepolisian jika ada kegiatan atau indikasi pengoplosan di wilayahnya masing-masing,” kata Deki.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: detikJateng

Ruangan komen telah ditutup.