Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengunjungi Museum Suaka Budaya, Rekreasi sambil Napak Tilas Perjalanan Keraton Kasunanan Surakarta

Mengunjungi Museum Suaka Budaya, Rekreasi sambil Napak Tilas Perjalanan Keraton Kasunanan Surakarta
Foto: Keraton Kasunanan Surakarta (wikipedia.org)

MURIANEWS, Surakarta – Surakarta atau juga dikenal dengan nama Solo merupakan pusat budaya di Jawa Tengah. Banyak sekali lokasi bersejarah terkait seni budaya dan peninggalan masa lalu yang ada di Solo.

Salah satunya adalah Keraton Surakarta Hadiningrat atau juga disebut dengan Keraton Kasunanan yang merupakan istana resmi Kasunanan Surakarta. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana atau Keraton Kartasura yang porak poranda akibat Geger Pecinan 1743. Istana ini menjadi saksi bisu penyerahan kedaulatan Kerajaan Mataram oleh Pakubuwono II tahun 1749.

Melansir dari laman visitjawatengah.jatengprov.go.id, selain sebagai tempat tinggal raja beserta anak istri atau disebut Sentana dan para abdi dalem, keraton ini digunakan sebagai museum untuk menyimpan benda-benda sejarah milik Keraton Surakarta terrmasuk pemberian atau cindera mata dari raja-raja Eropa yang diletakkan disekitar bangunan Sasana Sewaka.

Baca juga: Sejarah Berdirinya ISI Surakarta, Perguruan Tinggi Negeri yang Berfokus pada Bidang Seni

Bernama Suaka Budaya, Suaka yang tertera dalam KBBI berarti tempat melindungi.  Sedangkan Budaya merupakan adat istiadat dan sesuatu mengenai sesuatu kebiasaan yang sulit dirubah.

Peralihan fungsi bangunan administrasi keraton ini, sekarang biasa disebut dengan Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta. Museum ini diresmikkan oleh presiden Soekarno pada tahun 1963.

Museum ini juga digunakan untuk menyimpan benda pusaka peninggalan sejarah. Seperti keris, kereta kencana maupun gamelan juga dijadikan perlindungan atau wilayah yang unsur  budayanya masih kental dan harus dirawat agar tetap terjaga dengan baik.

Berkunjung ke museum yang dirancang untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang sejarah dan perkembangan Keraton Kasunanan Surakarta yang memiliki tiga belas ruangan secara keseluruhan. Hal ini tentu akan melepaskan dahaga kita akan pesona terpendam wisata sejarah Kota Surakarta.

Pasalnya, kita bisa leluasa mengelilingi area museum dan memasuki setiap ruangan yang menampilkan pusaka sejarah berbeda yang memberikan efek seolah-olah kita menjadi bagian keluarga keraton yang sesungguhnya. Kesan larut dalam nuansa keraton yang hening dan tenang ini bisa kita resapi melalui berbagai koleksi peninggalan.

Ruangan pertama yang berupa pajangan foto-foto raja yang pernah berkuasa di daerah Surakarta, dan juga terdapat koleksi peninggalan kursi Pakubuwono ke IV serta lemari yang berukir yang pernah digunakan oleh keluarga kerajaan.

Beralih ke ruangan kedua yang menyimpan kolekasi seperti arca-arca buddha dan arca batu peninggalan masa zaman purbakala. Beranjak ke ruang berikutnya yaitu ruang ketiga yang menyimpan sebuah patung kuda yang menggambarkan tentang kendaraan untuk pasukan keraton pada masa dulu, patung kuda tersebut terbuat dari kayu yang dihiasi dengan pakaian lengkap.

Baca juga: Ini Kuliner Khas Solo yang Legendaris dan Harus Dicoba, Semuanya Maknyus dan Bikin Ketagihan lho!

Berjalan menuju ruang selanjutnya yang merupakan ruang keempat yang menyimpan koleksi diorama-diorama pada masa Raja Pakubuwono ke IV. Setelah itu, menuju ruang kelima dimana ruangan tersebut menyimpan koleksi kesenian khas Jawa, seperti wayang kulit, gamelan atau klenengan dan jaran kepang. Ruang keenam menyimpan beberapa koleksi berbagai macam topeng.

Ruangan ketujuh di dalam museum ini menyimpan berbagai alat upacara yang sering dipakai oleh masyarakat dan anggota keraton, ruang kedelapan berisikan beberapa alat angkut tradisional seperti tandu, kremun, jolen dan gawangan yang memiliki fungsi masing -masing.

Selanjutnya adalah ruangan kedelapan disebut juga dengan ruang kereta baja yang menyimpan sejumlah kereta baja seperti kereta kyai garuda, kereta kyai garuda putra dan kereta kyai morosebo.

Dengan HTM Rp 15.000 buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB (kecuali hari Jumat). Museum Suaka Budaya menyediakan fasilitas seperti tour guide, tempat parkir yang luas, toilet, kamar mandi, musala, toko cinderamata serta pasar tradisional seperti Klewer untuk berbelanja.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: visitjawatengah.jatengprov.go.id

Ruangan komen telah ditutup.