Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pengoplos Elpiji di Brebes Ngaku Untung Rp 10 Juta per Bulan

Polres Brebes mengungkap kasus pengoplosan gas elpiji bersubsidi. (detikJateng/Imam Suripto)

MURIANEWS, Brebes – Dua tersangka pengoplos elpiji bersubsidi di Brebes ngaku bisa mendapatkan untung Rp 10 juta per bulan. Sementara praktik pengoplosan tersebut sudah dijalankan selama dua tahun.

Kasat Reskrim AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda mengatakan, kedua pelaku merupakan pengoplos dan pengedar. Mereka adalah MK (37) warga Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, dan WN warga Kota Pekalongan

”WN mengakui gas oplosan 12 kg hasil suntikan itu dijual ke Pekalongan dengan harga sesuai pasaran. Dalam sebulan rata rata, mereka bisa untung Rp10 juta,” katanya seperti dikutip detikJateng, Sabtu (17/9/2022).

Baca: Polisi Bongkar Praktik Pengoplos Elpiji di Brebes, 2 Diamankan

Sayangnya, aksi kedua pelaku tersebut berhasil dibongkar petugas setelah adanya laporan masyarakat terkait kecurigaan praktik pengoplosan gas elpiji. Berbekal laporan tersebut, petugas mendatangi sebuah rumah di wilayah Jatibarang.

Di rumah itu polisi mendapati kegiatan pemindahan isi tabung LPG bersubsidi 3 kg ke tabung LPG non subsidi 12 kg.

”Dari pengakuan tersangka MK (pengoplos), kegiatan tersebut sudah dilakukannya kurang lebih selama dua tahun,” ujarnya, Sabtu (17/9/2022).

Untuk mengisi satu tabung 12 kg, lanjut Dewa, dibutuhkan 4 tabung gas melon 3 kg. Gas subsidi itu didapat dari membeli di warung-warung. Gas tabung 12 kg hasil suntikan ini dijual ke tersangka WN.

”Pelaku MK menjual tabung LPG 12 kg ke pelaku WN dengan harga Rp 117.500, atau dengan keuntungan Rp 37.500 per tabung,” ungkapnya.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, 44 tabung ukuran 12 kg, 10 tabung ukuran 3 kg, 7 tabung bright gas warna pink ukuran 12 kg, dua mobil, dan lain-lain.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: detikJateng

Ruangan komen telah ditutup.