Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dorong Minat Membaca, SMPN 2 Tayu Pati Gelar Readathon

Dorong Minat Membaca, Ini yang Dilakukan SMPN 2 Tayu Pati
Siswa-siswi SMPN 2 Tayu antusias mengikuti readathon atau membaca secara bersama-sama. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Minat membaca masyarakat Indonesia tergolong kecil. Maka dari itu, SMPN 2 Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mencoba menggerakkan literasi.

Salah satunya dengan menggelar kegiatan bertajuk ‘Readathon atau membaca secara bersama-sama. Kegiatan itu diikuti ratusan siswa-siswi dari kelas VII hingga IX, Sabtu (17/9/2022).

Para siswa pun antusias membaca bersama. Secara serempak siswa berkumpul di lapangan membawa buku bacaan yang sudah dibagikan saat kegiatan literasi kelas.

Kepala SMP Negeri 2 Tayu Fajar Setyo Nugroho melalui Kepala Perpustakaan “Sekar Pustaka” Dian Savitri mengatakan dari kegiatan itu, diharapkan siswa-siswi semakin gemar membaca.

Lebih lagi, lanjut Dian, berdasarkan data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah. Yakni hanya 0,001 persen. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Baca: Lestarikan Wayang Kulit, Pria asal Pati Ini Rela Blusukan Cari Anak-Anak untuk Dilatih Jadi Dalang

Dijelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebulan sekali. Yakni pada Sabtu pada jam pertama. Ada pun buku yang dibaca beragam.

Kali ini readathon dilaksanakan selama 15 menit dan dilanjutkan dengan ulasan buku oleh salah seorang siswa.

Zahara, menjadi salah satu siswa yang sudah menyelesaikan buku bacaan dalam waktu singkat. Siswa kelas IX E itu mengulas buku berjudul ”Sepotong Hati yang Baru” karya Tere Liye.

”Siswa siswi SMPN 2 Tayu melaksanakan “Readathon” yang merupakan rangkaian kegiatan literasi sekolah. Readathon berasal dari kata “Read” dan “Marathon” yang bermakna membaca tanpa henti dalam kurun waktu tertentu,” kata Dian.

”Diharapkan kegiatan ini menjadi pembiasaan baik bagi siswa untuk terbiasa membaca dan bersikap hening ketika membaca. Kegiatan ini juga mengajarkan siswa untuk lebih tertib,” lanjut dia.

Dian memaparkan, selain redathon, SMPN 2 Tayu juga melakukan berbagai kegiatan sebagai bagian dan rangkaian dari gerakan literasi sekolah. Antara lain, pembiasaan literasi di kelas.

Pembiasaan itu dilakukan semua siswa membaca buku selama 15 menit setelah jam istirahat pertama.

”Nantinya, pada peringatan Bulan Bahasa pada akhir Oktober mendatang, kami berencana menyelenggarakan berbagai kegiatan. Mulai lomba baca puisi, membaca Aksara Jawa hingga menyanyi,” pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.