Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Harga Cabai dan Telur di Kudus Mulai Turun di Akhir Pekan Ini

Cabai merah di Kudus mulai mengalami penurunan harga. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Harga komoditas telur dan cabai keriting di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada akhir pekan ini mulai mengalami penurunan. Di mana harga telur yang biasanya berada di harga Rp 27 ribu, kini mulai menurun di harga Rp 26 ribu.

Sementara cabai keriting yang sempat menyentuh harga Rp 75 ribu, di akhir pekan ini harganya sudah mencapai Rp 55 ribu hingga Rp 57 ribu saja.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno mengatakan, sejumlah komoditas lain seperti beras, bawang merah dan bawang putih kini juga masih menunjukkan kestabilan harga.

”Secara umum harganya stabil, telur dan cabai rawit keriting saat ini juga sudah mulai stabil,” kata dia Sabtu (17/9/2022).

Walaupun begitu, pihaknya akan terus mengawasi fluktuasi harga yang bisa saja berubah sewaktu-waktu. Mengingat dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak juga masih terasa.

”Tentunya kami selalu monitoring harga-harga ini agar masyarakat juga masih bisa membeli dengan harga yang wajar dan mencegah pedagang berbuat nakal soal harganya,” ujarnya.

Baca: Inflasi Kembali Intai Kudus di Bulan September

Kabupaten Kudus pada bulan September ini diprediksi akan kembali mengalami inflasi.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi di Kabupaten Kudus, sudah melebihi angka inflasi di Provinsi Jateng bahkan nasional. Baik secara tahun kalender maupun year on year, Kudus lebih tinggi.

Tingkat inflasi Kudus secara tahun kalender adalah sebesar 4,09 persen, sedangkan Jateng 3,87 persen dan nasional 3,63 persen. Sementara bila dilihat secara year on year, tingkat inflasi Kudus berada di angka 5,06 persen, sedangkan Jateng 5,03 persen dan nasional 4,69 persen.

BPS pun merekomendasikan agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bisa segera menjalankan program-program strategis. Utamanya untuk menekan kenaikan harga bahan pokok.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.