Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Lestarikan Wayang Kulit, Pria asal Pati Ini Rela Blusukan Cari Anak-Anak untuk Dilatih Jadi Dalang

Lestarikan Wayang Kulit, Pria asal Pati Ini Rela Blusukan Cari Anak-Anak untuk Dilatih Jadi Dalang
Latihan dalang cilik Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Wayang kulit masih eksis hingga kini. Beberapa hajatan sering kali menanggap kesenian tradisional yang dikui Unesco sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity ini.

Sayangnya, hanya sedikit anak muda yang menggeluti seni tradisional asli Indonesia ini. Tri Luwih Winarko pun tergerak untuk mencari bibit-bibit dalang maupun karawitan di Kabupaten Pati.

Menurut warga RT 08/RW 02 Desa/Kecamatan Kayen ini, tantangan terbesar untuk terus melestarikan kesenian tradisional adalah gempuran zaman. Di mana budaya tradisional saat ini harus bersaing dengan teknologi yang terus berkembang.

Meski begitu, ia masih bersyukur. Masih ada beberapa anak yang mau diajari menjadi dalang maupun bermain karawitan. Bahkan, di antara anak asuhnya mampu berprestasi di tingkat kabupaten hingga provinsi.

Alhamdulillah, Allah masih menyisakan anak-anak ini untuk nguri-nguri budaya. Untuk menjaga harkat martabat budaya nusantara sebagai kekayaan dunia,” kata dia saat ditemui di Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Jumat (16/9/2022) sore kemarin.

”Karena kebanyakan seusia mereka itu condong bermain gadget ataupun game, pokoknya yang berbau teknologi. Tetapi mereka masih mencintai budya dengan gamelannya, wayangnya, tarinya, itu sangat luar biasa,” beber dia.

Baca: Di Pati, Wayang Golek Belum Begitu Dilirik, Ini Alasannya

Satu dari sekian didikannya, bocah yang ‘pilihan’ sebagai dalang cilik itu adalah Gandrung Swara Alghifari. Di usianya yang masih belia Gandrung sudah luwes memainkan wayang kulit.

Tidak hanya itu, bocah yang baru berusia 13 tahun ini, juga hafal cerita dan tokoh pewayangan.

Gandrung mengaku, telah jatuh cinta pada wayang kulit sejak masih kanak-kanak. Terlebih ayahnya adalah seorang dalang wayang kulit asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

”Saya suka wayang sejak sebelum sekolah, karena sering melihat bapak,” tutur anak yang mengidolakan tokoh Gatot Kaca ini.

Sejumlah prestasi pun telah diraih Gandrung saat menekuni budaya dan tradisi tersebut.

Pada 2020 silam, ia menyabet juara pertama dalam lomba dalang anak di Pati. Kemudian mendapatkan juara tingkat Keresidenan Pati pada 2021.

Gandrung juga tercatat masuk lima besar gaya sabet Surakarta tingkat nasional. Dan pada 2022, ia mewakili Keresidenan Pati untuk maju dalam lomba dalang anak tingkat provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua DPC Garda Relawan Indonesia Semesta (Garis) Pati, Hadi Sunyoto mengapresiasi masih adanya sosok yang mencintai dan melestarikan budaya nenek moyang. Khususnya di kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani.

”Saya berterimakasih sekali kepada Mas Wiwin (sapaan Tri Luwih Winarko). Apalagi, ini merupakan bibit penerus generasi kita. Budaya ini harus dijaga,” tuturnya.

Hadi mengaku takjub dengan kelihaian anak-anak dalam bermain karawitan dan skill mumpuni mengolah wayang kulit yang ditunjukkan oleh dalang cilik.

Ia pun berharap pemerintah agar lebih memerhatikan pegiat seni tradisional, khsusnya di Pati. Ia juga berharap support dari masyarakat luas, agar turut melestarikan budaya ini.

Satu dari sekian caranya adalah dengan mendukung dan menampilkan perform karawitan dan dalang anak dalam pesta rakyat.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.