Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pokdarwis Menara Promosikan Desa Kauman Kudus Lewat Lukisan

Beragam lukisan tentang Menara Kudus yang digunakan sebagai sarana promosi Desa Kauman Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Menara Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah memiliki cara tersendiri untuk mempromosikan desa. Salah satunya lewat lukisan.

Seksi Promosi Pokdarwis Menara Desa Kauman, Muhammad Noor Syamsul Huda mengatakan, pihaknya ingin mempromosikan Desa Kauman agar semakin dikenal hingga mancanegara.

”Kami ingin memperkenalkan wisata Menara Kudus. Supaya peziarah terus berdatangan ke kawasan Menara Kudus,” katanya, Sabtu (17/9/2022).

Saat ini sudah ada 30 lukisan bertemakan Menara Kudus. Lukisan tersebut merupakan gambaran dari kawasan Menara Kudus.

Aliran lukisan tersebut yakni ekspresionis. Yakni aliran yang mengandalkan ketajaman pencahayaan gelap dan terang.

Baca: Harus Tahu, Ini Cerita Awal Mula Percetakan Menara Kudus Produksi Alquran Ayat Pojok 5 Jilid

Lukisan tersebut menggunakan media kanvas dan dilukis menggunakan cat air. Ukuran lukisan tersebut beragam. Mulai dari ukuran 200 cm x 100 cm, 100 cm x 130 cm, 25 cm x 15 cm, dan lainnya.

Dia menjelaskan, lukisan yang sudah ada saat ini dibuat oleh tiga orang. Yakni H Sukyron, yang merupakan kaligrafer klasik, Ahmad Ahid selaku pelukis, dan juga dirinya sendiri yang juga merupakan kaligrafer.

Durasi proses pembuatan lukisan itu beragam. Mulai dari yang paling cepat selesai dalam 10 hari hingga memakan waktu sebulan. Hal itu bergantung kerumitan.

”Nilai jualnya mulai dari Rp 500 ribu sampai puluhan juta,” sambungnya.

Baca: Revitalisasi Alun-Alun Lama Kudus, Ojek Menara Dijanjikan Kantong Parkir

Sejauh ini penjualan lukisannya ke beberapa daerah. Seperti Kudus, eks Karesidenan Pati, negara-negara ASEAN, dan Rusia.

”Harapannya Desa Kauman dan Kudus bisa semakin dikenal hingga nasional dan mancanegara,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.