Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kasus PMK Turun, Pasar Hewan di Jepara Belum Resmi Dibuka

Kasus PMK Turun, Pasar Hewan di Jepara Belum Resmi Dibuka
Suasana pasar hewan Bangsri beberapa hari lalu. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Kasus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Jepara sudah menunjukkan tren penurunan. Kendati begitu, pihak pemerintah belum mau terburu-buru membuka ruang bebas untuk distribusi ternak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Eriza Rudi Yulianto, menegaskan bahwa hingga kini pihaknya belum memutuskan untuk kembali membuka pasar hewan.

”Tapi, dalam praktiknya ada pasar hewan yang nampak seperti sudah buka,” kata Eriza, Sabtu (17/9/2022).

Paling cepat, lanjut Eriza, pihaknya mengambil sikap pekan depan. Apakah pasar hewan sudah bisa dibuka penuh atau tidak.

”Nanti kita lihat perkembangan sebaran PMKnya,” jelas Eriza.

Baca: Kasus Aktif PMK di Jepara Tinggal 42 Ekor

Terpisah, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir, mengatakan per hari ini, kasus aktif PMK di Jepara tinggal 42 ekor.

Meskipun sudah turun drastis, sebaran PMK di Jepara masih belum dinyatakan sudah selesai. Pasalnya, vaksinasi PMK belum selesai.

Dari total populasi hewan sapi, kerbau, kambing dan domba sebanyak 140.395 ekor, sampai kini DKPP Jepara baru memvaksin sebanyak 10.050 ekor.

”Total vaksin yang kami terima sebanyak 20 ribu dosis. Sekarang tersisa 9.700 dosis,” sebut Mudhofir.

Seperti diketahui, di Kabupaten Jepara terdapat tiga pasar hewan besar. Yaitu di Kecamatan Keling, Bangsri dan Mayong.

Berdasarkan data sebaran PMK, dari ketiga kecamatan itu, hanya Kecamatan Bangsri saja yang berstatus sebagai wilayah dengan zona merah PMK. Ada 11 ekor ternak yang masih terjangkit PMK.

”Kalau yang Kecamatan Mayong dan Keling sudah zona putih,” kata Mudhofir.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.