Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kasus Aktif PMK di Jepara Tinggal 42 Ekor

Kasus Aktif PMK di Jepara Tinggal 42 Ekor
Pelaksanaan vaksinasi PMK di Kabupaten Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah tinggal 42 kasus saja.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jepara, terjadi penurunan secara drastis sejak awal bulan ini.

Pada 31 Agustus lalu, kasus aktif PMK masih 415 ekor. Namun, per hari ini kasus aktifnya tinggal 42 ekor, yang seluruhnya adalah ternak sapi.

”Ini berkat kegigihan tim yang terus bergerak menyisir kasus dan mengobatinya di seluruh wilayah Jepara,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada DKPP Jepara, Mudhofir, Sabtu (17/9/2022).

Secara komulatif, total kasus PMK di Jepara sebanyak 1587 ekor. Yang sudah sembuh 1499 ekor. Sedangkan yang mati ada 14 ekor. Lalu, ada 14 ekor ternak yang terpaksa dipotong.

Baca: Penyebaran PMK di Jepara Diprediksi Masih Dinamis

Dari 16 Kecamatan, sebaran kasus kini tinggal di delapan kecamatan. Yakni Kecamatan Kembang, Mlonggo, Bangsri, Pakisaji, Tahunan, Batealit, Pecangaan dan Nalumsari.

”Selebihnya bebas PMK alias zona putih,” ujar Mudhofir.

Tak seperti awal-awal munculnya PMK, para peternak di Jepara kini sudah mulai terbuka dengan petugas kesehatan hewan. Para peternak lebih proaktif dengan melaporkan kepada petugas. Terutama ketika ada tanda-tanda ternak yang mengalami serangan PMK.

Meski kasus sudah menurun drastis, Mudhofir tetap meminta kepada peternak agar tetap menjaga kebersihan kandang dan ternak. Sebab, kebersihan itulah yang akan membuat ternak menjadi lebih sehat.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.