Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Museum Patiayam Kudus Bakal Miliki Gedung Kembar

Gedung Museum Situs Purbakala Patiayam Kudus. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Museum Patiayam yang ada di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bakal memiliki gedung kembar.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tengah memulai perluasan gedung museum dengan membangun satu gedung lagi di sebelah gedung Museum Situs Purbakala Patiayam yang sudah berdiri.

Pembangunan gedung baru ini, merupakan salah satu support Pemkab Kudus untuk mengembangkan potensi kepurbakalaan yang ada di Kawasan Situs Purbakala Patiayam itu.

Terlebih, saat ini gedung Museum Situs Purbakala Patiayam yang ada sudah tidak kuat menampung 9 ribuan fosil purbakala.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, pemkab memang tengah berupaya untuk melakukan pengembangan di Museum Situs Purbakala Patiayam yang saat ini kondisinya sudah tidak representatif lagi. Sehingga, anggaran senilai Rp 2 miliar dipersiapkan dalam pembangunan Museum tersebut.

”Mengingat koleksinya itu luar biasa banyak. Jadi jangan sampai tidak tertata dengan baik. Perlu harus dirawat. Kami anggarkan Rp 2 miliar ini saja belum mencukupi, nanti bertahap paling tidak setiap satu tahun kami sisihkan untuk pengembangan berkala,” katanya, Jumat (16/9/2022).

Baca: Peradaban Purbakala di Situs Patiayam Perlu Digali Lebih Dalam

Sementara Plt Kepala Dinas Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Mutrikah mengatakan, pembangunan museum yang baru sudah dimulai. Sebelumnya sudah disiapkan master plan hingga rancangan gambar kerja detail engineering design (DED).

”Nanti jadi bangunan gedung kembar, seperti gedung yang saat ini sudah berdiri. Saat ini anggaran Rp 2 miliar kami maksimalkan, dan kekuarangannya seperti pengadaan sarpras semoga bisa dianggarkan lagi ditahun depan,” jelasmya

Ia menggambarkan, gedung museum kembar yang baru akan dibangun ini nantinya akan dibagi menjadi beberapa fungsi ruang.

Seperti ruang penelitian/eksavasi, ruang pamer, ruang edukasi, hingga ruang penyimpanan fosil-fosil purbakala. ”Tentunya dengan penataan-penataan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.