Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Soal Siswa SDN 3 Undaan Kidul, Bupati Kudus: Harus Pindah

Bupati Kudus HM Hartopo. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Puluhan siswa SDN 3 Undaan Kidul, Kabupaten Kudus, bertahan belajar di gedung sekolah yang rusak. Mereka tetap bertahan di sekolah itu, meski sekolahnya telah di-regrouping dengan SDN 4 Undaan Kidul, dengan alasan jarak.

Bupati Kudus HM Hartopo pun angkat suara mengenai hal ini. Hartopo meminta SDN 4 Undaan Kidul untuk tidak menggunakan gedung SD yang rusak itu lagi untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Terlebih, SDN 3 Undaan Kidul saat ini telah di-regrouping menjadi satu di SDM4 Negeri Undaan Kidul.

“Kalau sudah di-regrouping seharusnya ya memang ditinggal, harus pindah. Sudah di-regrouping kok masih digunakan sekolah di sana kan ya lucu. Berarti bandel tidak ikut aturan. Kepala sekolah harusnya mengikuti aturan harus dievakuasi (harus dipindah) semua,” katanya, Jumat (16/9/2022).

Baca: Puluhan Siswa SDN 3 Undaan Kidul Kudus Bertahan Belajar di Sekolah Rusak

Apalagi, bagunan SDN 3 Undaan Kidul saat ini kondisinya sudah rusak. Ketika sudah di-regrouping, sambung Hartopo, tidak ada alokasi anggaran lagi yang diperuntukkan untuk sekolah yang rusak itu.

Lebih lanjut, menurutnya, proses regrouping antardua sekolah tentu sudah dilakukan pengkajian yang matang sebelumnya.

”Jadi memang tidak ada alokasi anggaran di sana, dan seharusnya memang ditinggalkan. Jika masih ditempati yang menempati itu harusnya bisa memelihara,” ujarnya.

Baca: Dilema dari Puluhan Siswa di Kudus yang Bertahan Belajar di Sekolah Rusak

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 50 siswa SDN 3 Undaan Kidul masih bertahan belajar di gedung sekolah yang rusak. Sekolah ini sebenarnya sudah di-regrouping dengan SDN 4 Undaan Kidul.

Pihak sekolah mengaku ada dilema dengan kondisi ini. Akses jauh ke SDN 4 Undaan Kidul membuat warga setempat tetap meminta sekolah itu untuk dibuka. Di sisi lain, sekolah tersebut juga sudah dalam kondisi yang tidak layak.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.