Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Revitalisasi Alun-Alun Lama Kudus Dijanjikan Bernuansa Historis

Taman Menara dulunya Alun-Alun Lama Kota Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo menjanjikan revitalisasi kawasan Alun-Alun Lama Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akan bernuansa historis Kudus yang tinggi. Oleh karena itu, dia berharap semua pihak bisa mendukung pembangunan infrastruktur ini.

Alun-Alun Lama ini menjadi Taman Menara Kudus yang tiap hari menjadi pangkalan ojek bagi peziarah di Makam Sunan Kudus.

”Kalau yang namanya revitalisasi tentunya dibuat yang lebih baik lagi, ditata sedemikian rupa agar ada nilai historis khas Kudus yang bisa tergambar di sana,” katanya, Jumat (16/9/2022).

Pemkab, lanjut Hartopo, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 800 juta pada Perubahan APBD untuk membangun kembali kawasan tersebut. Ketika sudah disahkan, maka pembangunan akan segera dilaksanakan.

”Di APBD perubahan ini sudah kami anggarkan, jadi siap untuk prosesnya (revitalisasi),” sambung dia.

Baca: Alun-Alun Lama Kudus Bakal Direvitalisasi, Ojek Menara Minta Tetap Bisa Mangkal

Ketika alun-alun tersebut jadi dibangun, Hartopo berharap kawasan tersebut bisa menjadi kawasan budaya. Di mana setiap sebulan sekali akan ada kesenian yang bisa tampil.

”Sehingga para pelaku seni punya wadah untuk menunjukkan kreativitasnya,” terangnya.

Alun-alun lama sendiri, kini beralih fungsi menjadi Taman Menara Kudus dan menjadi tempat mangkal para ojek motor. Pemerintah daerah menjamin akan tetap memberikan ruang bagi para ojek menara.

Baca: Dikerjakan Tahun Ini, Revitalisasi Alun-Alun Lama Kudus Dianggar Rp 800 Juta

Hanya memang tidak berada di kawasan tersebut. Pemkab akan membuatkan kantong parkir khusus para Ojek Menara. ”Nanti coba kami buatkan kantong parkir sendiri,” katanya.

Hartopo menambahkan, kawasan tersebut sejatinya memang bukan untuk kantong parkir ojek menara. Namun pemkab tidak mempermasalahkannya sampai saat ini.

”Nah karena akan direvitalisasi nanti, kami buatkan kantong sendiri, nanti kami relokasi, kami tata kembali supaya lebih baik dan lebih enak juga,” pungkasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.