Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sepekan, Dua Pencuri di Sragen Ditangkap Polisi

Ilustrasi Maling
Ilustrasi Maling (Istimewa)

MURIANEWS, Sragen – Dua terduga pencuri yang beraksi di lokasi dan waktu berbeda di Sragen berhasil ditangkap polisi. Dalam melakukan aksinya itu, korban diketahui merugi hingga puluhan juta.

Kasi Humas Polres Sragen Iptu Ari Pujiantoro mengungkapkan, kasus pencurian yang pertama terjadi Minggu (11/9/2022) di wilayah Krapyak, Sragen Wetan, Sragen.

Dia mengatakan kasus pencurian itu didasarkan pada aduan korban, Sri Mulyani, warga Krapyak, yang kehilangan perhiasan berupa cincin, anting, dan gelang senilai Rp 40 juta.

”Kasus pencurian itu bermula pada Sabtu (10/9/2022) pukul 07.00 WIB, korban meninggalkan rumah pergi ke Jogja. Kondisi rumah dihuni oleh keluarga. Pada pukul 09.00 WIB, perawat burung dan orang luar ada di rumah itu,” katanya.

”Si perawat burung menghubungi anak pertama korban untuk mengantar ke suatu tempat sehingga yang di rumah tinggal orang luar yang dikenal bernama A. Setelah 30 menit, perawat burung dan putra korban pulang, tetapi tidak mendapati A di rumah itu,” tambahnya seperti dikutip Solopos.com.

Dia melanjutkan korban pulang pada pukul 19.00 WIB. Begitu masuk kamar, korban curiga melihat jendela terbuka sedikit, tetapi tidak terlalu dipikirkan karena kecapaian kemudian korban tidur.

Pada Minggu pagi, Ari menjelaskan saat anggota keluarga membuka jendela kamar yang terbuka sedikit itu ternyata dalam kondisi pecah kacanya.

”Korban mengecek barang-barang berharga di lemari. Ternyata banyak perhiasan yang hilang, berupa cincin, anting, dan gelang. Kemudian kejadian itu dilaporkan ke polisi,” jelas dia.

Dia menjelaskan polisi mencurigai A, orang luar yang sempat di rumah korban sendirian pada Sabtu siang. Kemudian polisi mengamankan A untuk diinterogasi lebih lanjut.

Ari menjelaskan kasus kedua terjadi di sebuah toko wilayah Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono, Sragen, pada Sabtu (10/9/2022) malam.

Hasil penyelidikan atas kasus tersebut, jelas Ari, polisi berhasil mengamankan pelaku N, warga Kabupaten Bangka Barat yang tinggal di Baleharjo, Sukodono, pada Kamis (15/9/2022).

Dia menjelaskan kasus kedua tersebut terungkap berdasarkan laporan korban Muhammad Rizky Romdhoni, pemilik toko di Baleharjo. Dia mengatakan modus operandi yang dilakukan pelaku, yakni pelaku mengambil sebuah kartu anjungan tunai mandiri (ATM) milik korban kemudian menguras uangnya senilai Rp33 juta

“Kejadian itu bermula saat korban menaruh kartu ATM di meja toko miliknya. Kemudian datang pelaku yang berpura-pura belanja kemudian mengambil kartu ATM itu. Pada keesokan harinya pelaku menarik isi ATM itu senilai Rp 13 juta dan Rp20 juta di dua lokasi berbeda. Uang itu digunakan pelaku untuk belanja perlengkapan pribadi senilai Rp6,09 juta,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, kata Ari, polisi mencurigai N dan kemudian menangkapnya di lokasi tempat tinggalnya di wilayah Baleharjo, Sukodono. Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti berupa kartu ATM milik korban, uang tunai Rp 6,09 juta, dua ponsel hasil kejahatan, dua nomor ponsel, perlengkapan ponsel, 18 potong pakaian, serta motor Yamaha N-Max yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

Dua pelaku dalam dua kasus pencurian itu masih dalam pengembangan. Polisi akan menjerat dua pelaku itu dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ruangan komen telah ditutup.