Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sempat Mandek, Vaksinasi PMK di Grobogan Kembali Digencarkan

Sempat Mandek, Vaksinasi PMK di Grobogan Kembali Digencarkan
Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto ikut menyuntikkan vaksin PMK ke ternak. (Murianews/Istimewa Disnakkan Grobogan)

MURIANEWS, Grobogan – Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Grobogan kembali digencarkan. Dalam sepekan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan mengklaim menghabiskan 20 ribu dosis vaksin PMK.

Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto mengatakan, vaksinasi dimulai lagi setelah anggaran dari pemerintah pusat turun.

Sebelumnya, vaksinasi dihentikan karena anggaran untuk vaksinasi sejak periode sebelumnya tak kunjung turun.

”Dulu berhenti karena anggarannya tak turun-turun. Ini mulai pekan ini sudah mulai disuntikkan lagi, ada tambahan dosis juga dari pusat,” terang Riyanto, Jumat (16/9/2022).

Baca: Gegara Ini, Vaksinasi PMK di Grobogan Disetop

Riyanto menerangkan, terdapat tambahan 20 ribu dosis dari pemerintah pusat dalam vaksinasi kali ini. Menurutnya, kalau hanya untuk menghabiskan stok vaksin, 20 ribu bisa habis dalam sepekan.

”Vaksin itu kan dapatnya sedikit-sedikit. Kami belum tahu bakal dapat berapa sampai akhir tahun. Kalau 20 ribu itu, minggu depan saja sudah selesai,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Riyanto menyatakan, 5 ribu dosis sisa yang belum disuntikkan pada periode sebelumnya belum kedaluwarsa. Meski vaksinasi sempat mandek beberapa pekan, dia memastikan masa kedaluwarsanya masih panjang, sehingga tetap bisa disuntikkan lagi.

“Vaksin itu kan kedaluwarsanya panjang, tidak seperti makanan yang sehari dua hari basi,” tegasnya.

Untuk diketahui, kasus PMK di Grobogan terus melandai dalam beberapa pekan terakhir. Per Kamis (15/9/2022) kemarin, sudah ada sembilan kecamatan yang zona hijau.

Sedangkan, kasus aktif PMK yakni 94 kasus dengan dua kasus baru. Total kasus terdapat 2451 kasus dengan 2300 sembuh dan 57 ekor ternak dipotong.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.