Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Peringati HUT-473, Pemkab Kudus Hapus Denda PBB-P2 Selama September

Pamflet penghapusan denda PBB-P2 Pemkab Kudus. (Murianews/BPPKAD)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, memberikan layanan pemutihan atau penghapusan denda Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) kepada wajib pajak yang menunggak.

Program bebas denda pajak ini bisa dimanfaatkan warga Kudus hingga 30 September 2022 mendatang.

Adapun program pemutihan PBB-P2 ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-473 Kabupaten Kudus. Pemkab Kudus memberikan keringanan bagi wajib pajak untuk menuntaskan kewajibannya yang mengalami tunggakan.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Eko Djumartono menyampaikan, program pemutihan PBB-P2 ini difungsikan untuk meringankan beban ekonomi wajib pajak.

Selain itu juga diharapkan bisa meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengoptimalkan penerimaan.

Pihaknya mengimbau bagi warga Kudus yang masih memiliki tanggungan untuk membayar pajak, bisa memanfaatkan program pemutihan ini dengan segera

”Program bebas denda pajak PBB-P2 ini sendiri diselenggarakan dalam rangka sebagai salah satu rangkaian acara Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-473,” katanya, Jumat (16/9/2022).

Baca: Ganjar Ajak Warga Jateng Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

Program pemutihan PBB-P2 ini, lanjut dia, bisa jadi momentum baik bagi wajib pajak yang masih memiliki tunggakan. Pihaknya berharap, setelah ini warga Kudus bisa lebih patuh dalam kewajibannya membayar pajak.

Menurutnya, pembayaran PBB-P2 menjadi sangat penting. Hal ini lantaran jika pemilik rumah berencana akan menjual rumah, maka yang bersangkutan harus melunasi pajak terlebih dahulu.

”Imbauan kami, masyarakat Kudus bisa lebih patuh dalam membayar pajak,” sambungnya.

Lebih lanjut, Eko juga membeberkan target PBB-P2 di Kabupaten Kudus untuk tahun 2022 sebanyak Rp 38.342.029.000. Sementara untuk saat ini, realisasinya sudah mencapai Rp 37.914.525.046.

Jumlah realisasi tersebut sudah mencapai 98,89 persen dari target tahun 2022. Dengan tercapainya realisasi pembayaran itu, saat ini piutang yang telah terbayarkan sudar sekitar Rp 2,5 miliar.

Pihaknya kembali menegaskan akan terus mengejar pembayaran pajak oleh para wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya. Eko juga meminta para wajib pajak di Kudus bisa kooperatif dan sadar dengan kewajibannya untuk membayar pajak.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.