Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Puluhan Siswa SDN 3 Undaan Kidul Kudus Bertahan Belajar di Sekolah Rusak

Sejumlah siswa tengah berolahraga di lapangan SDN 3 Undaan Kidul. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Dari jalan, tidak ada pelang ataupun penanda nama sekolah. Di sana hanya ada dua bangunan memanjang yang satu di antaranya rusak parah, satu tanah lapang yang tandus dan satu tiang tanpa bendera.

Dalam kondisi seperti ini, masih ada 50 siswa sekolah dasar (SD) yang menuntut ilmu di sana. Begitu kiranya, kondisi di SD Negeri 3 Undaan Kidul. Sekolah ini, terletak di Dusun Gatet, Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Sekolah ini, sebenarnya sudah dilakukan proses regrouping dengan SDN 4 Undaan Kidul. Namun karena jaraknya yang terlalu jauh dari SD tersebut, yakni sekitar empat kilometer, banyak warga setempat tetap meminta sekolah itu dibuka dan dijadikan tempat belajar mengajar.

Padahal dari sisi kondisi, sekolah ini bisa dibilang rusak parah. Hanya ada tiga dari tujuh ruangan yang bisa digunakan untuk proses mengajar. Itupun, ada satu ruangan yang masih memerlukan tiang penyangga agar plafon tidak ambruk.

Baca: Perbaiki Sekolah Rusak, Pemkab Kudus Gelontorkan Rp 22 Miliar

Sementara ruangan lainnya, dua di antaranya sudah ambruk dan dua lagi rapuh.

”Rusaknya sebenarnya sudah sejak tahun 2020, tapi karena tidak diapa-apakan ya kerusakan merembet ke ruangan lainnya,” kata Kepala SDN 4 Undaan Kidul Karsono di area sekolah, Jumat (16/9/2022).

Akhirnya, lanjut dia, tiga ruangan tersebut digunakan untuk kegiatan belajar mengajar enam kelas plus ruang guru.

”Ada tiga guru tidak tetap di sini, mereka mengajar dua kelas sekaligus tiap harinya di ruang kelas yang sama,” sambungnya.

Baca: Miris, Bangunan Sekolah Rusak di Kudus Ini Masih Digunakan

Pihak sekolah, kata dia, sebenarnya telah mengajukan anggaran perbaikan kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. Namun, karena sekolah tersebut di-regrouping, yang mendapat bantuan anggaran justru SDN 4 Undaan Kidul sebagai induk sekolahnya.

”Sementara yang di sini (SD 3 Undaan Kidul) tidak bisa dibangun, ya akhirnya terbengkalai,” sambungnya.

Karsono pun mengaku dilema. Dia kasihan dengan anak-anak yang harus belajar di area sekolah yang tidak memadai.

Namun di sisi lain, para orang tua tidak mengizinkan anak-anaknya untuk bersekolah terlalu jauh ke SDN 4 Undaan Kidul karena alasan keamanan.

”Kami masih menunggu solusi dari Dinas Pendidikan terkait masalah ini,” tandasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.