Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mayat dalam Sumur Gegerkan Wedarijaksa Pati

Mayat dalam Sumur Gegerkan Wedarijaksa Pati
Tim medis memeriksa jasad Warga Desa Wedarijaksa yang meninggal di dalam sumur. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Sosok mayat laki-laki ditemukan di dalam sumur, Desa Wedarijaksa, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis (15/9/2022).

Kasi Humas Polres Pati AKP Pujiati mengatakan, penemuan mayat terjadi pada jam 15.30 WIB. Orang pertama yang menemukan jasad itu adalah kakak korban.

Adapun korban bernama Subari berusia 50 tahun. Korban merupakan warga yang tinggal di RT 1 RW 4 desa setempat.

”Sekira pukul 15.30 WIB kakak korban pulang dari bekerja di Pati. Sesampainya di rumah korban, kakak korban mencoba mencari keberadaan Subari,” jelas AKP Pujianti.

Kakak korban mencoba mencari di dalam rumah. Namun, keberadaan Subari tak diketemukan.

Baca: Hutan Regaloh Pati Diduga Jadi Saksi Pembantaian PKI

Kakak korban pun berteriak memanggil. Namun, Subari tak menyahutnya.

”Ia pun mencoba mencari di sekitar rumah korban, tetapi tidak ketemu,” kata AKP Pujiati.

Setelah mengecek di belakang rumah dan melihat kedalam sumur, kakak korban pun kaget. Adiknya yang dia cari ternyata berada di dalam sumur tersebut. Ia pun memberitahukan keponakan korban.

”Kakak dan keponakan korban segera melaporkan kejadian tersebut ke tetangga sekitar, Pemerintah Desa (Pemdes) Wedarijaksa dan Polsek Wedarijaksa,” ujar AKP Pujiati.

Selanjutnya Polsek Wedarijaksa bersama warga setempat membantu mengevakuasi korban dari dalam sumur.

Setelah berhasil diangkat dari dalam sumur. Pihak kepolisian dan Puskesmas Wedarijaksa I selanjutnya melakukan pemeriksaan.

AKP Pujiati mengungkapkan, berdasarkan kesimpulan dari hasil pemeriksaan tim medis bahwa korban diperkirakan meninggal karena tenggelam.

”Sehingga terjadi kekurangan oksigen, dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” pungkas AKP Pujianti.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Ruangan komen telah ditutup.